Prosumut
Ekonomi

Bulog Terus Komit Stabilkan Harga Pangan

PROSUMUT – Perusahaan Umum (Perum) Bulog terus komit untuk menstabilkan harga pangan. Perusahaan umum milik negara ini pun telah menerapkan langkah-langkah untuk mengurangi kontraksi harga pangan yang ada di pasar.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi memastikan bahwa manuver yang dilakukan pemerintah untuk stabilisasi harga beras di pasaran, telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan untuk menurunkan harga pangan.

“Harga saat ini termasuk di Sumatera Utara pada tingkat grosir sudah mulai turun, dan untuk harga di tingkat retail beberapa sudah mulai mengalami penurunan atau setidaknya tidak terjadi penurunan namun sudah tidak ada kenaikan lagi,” ungkapnya belum lama ini.

Bayu melanjutkan keseimbangan harga pangan betul-betul menjadi konsen pemerintah untuk bisa berada di posisi yang lebih ideal lagi.

BACA JUGA:  BI Rate Tetap 5,75 Persen pada September 2026

Sebelumnya, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara dengan mengecek ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Gudang Bulog Hutalombang Padang Lawas dan Gudang Bulog Bakaran Batu Labuhan Batu pada Jumat 15 Maret 2024.

Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan penyaluran beras Bantuan Pangan ke sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang hadir di dua lokasi tersebut.

Pada kesempatan itu, Presiden menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan upaya-upaya intervensi untuk menstabilkan harga beras seiring dengan permintaan yang semakin tinggi mengingat saat ini telah memasuki bulan Ramadhan.

Jokowi menekankan bahwa untuk mencapai keseimbangan harga pangan yang ideal baik dari sisi produsen maupun konsumen diperlukan langkah nyata dari seluruh pihak yang terlibat.

BACA JUGA:  Samsung Galaxy A08 Hadirkan Baterai Besar 6.000 mAh, Fitur AI, dan Update Software hingga 6 Tahun

“Kalo harga beras turun, saya dimarahi petani. Tapi, kalo harga beras naik dimarahi ibu-ibu. Kesulitan pemerintah saat ini adalah soal mencari keseimbangan harganya.

Jadi yang namanya mengurusi beras untuk 270 juta penduduk Indonesia itu bukan perkara mudah. Kebutuhan kita setiap tahun itu sekitar 31 juta ton, jika persediaannya kurang kita perlu memikirkan bagaimana menanggulanginya. Tapi kalau produksi petani banyak, kita tenang,” jelasnya.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menerangkan bahwa sebagai upaya stabilisasi harga selama bulan Ramadhan pihaknya tengah menerapkan kebijakan relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku dalam rentang waktu tertentu.

BACA JUGA:  Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 4,9–5,7 Persen pada 2026

Baginya, program pemerintah ini bertujuan untuk memberikan ruang agar persediaan beras dengan harga perolehan yang masih tinggi dapat dilepaskan ke pasar sepenuhnya.

“Jadi relaksasi HET ini untuk beras premium, dari tanggal 10 Maret sampai 23 maret. Kenaikannya Rp 1.000 per kg. Ini karena sebelumnya harga GKP kan lumayan tinggi.

Seiring berjalannya panen dalam negeri, maka harga gabah itu akan mulai terkoreksi sekitar 2-3 minggu ke depan, sehingga dirasakan perlu relaksasi ini. Sampai dengan nanti stok lama yang dengan perolehannya masih dengan harga lebih tinggi, bisa kita flat out dengan lebih cepat,” terang Arief. (*)

Reporter: M Idris

Editor: M Idris

Konten Terkait

The Apurva Kempinski Bali Hadirkan Pengalaman Menginap Dapat Gunakan Kendaraan Listrik

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Bulog Sumut Terus Salurkan Beras dan Minyakita Melalui berbagai Program Pemerintah

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Komersialisasi 5G Ciptakan Pasar Bernilai Triliunan, Huawei Dorong Peningkatan pada Empat Area Industri

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Fintech Lending Konsisten Berkembang di Sumut

Editor Prosumut.com

Merger, Bank Commonwealth Kini Jadi Bagian dari OCBC

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Horeee!! Rupiah Terus Menguat

Val Vasco Venedict
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara