Prosumut
EkonomiOtomotif

Masa Depan Bus Listrik Meragukan : Selain Mahal, Daya Jelajahnya Rendah

PROSUMUT – Harga bus listrik yang mahal menjadi kendala bagi perusahaan otobus untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan ini.

GM Goverment Relation PT Mobil Anak Bangsa (MAB) Puryanto mengatakan perusahaan otobus saat ini sulit untuk menggunakan kendaraan listrik karena harga yang masih mahal dan belum bisa digunakan untuk jarak jauh. Hal itu dipengaruhi oleh teknologi baterai dan infrastruktur pendukung untuk pengisian daya listrik dengan cepat.

BACA JUGA:  Pengadaan Diarahkan Lewat E-Marketplace

Dia juga menilai dukungan perusahaan pembiayaan melalui suku bunga yang kompetitif juga sangat penting bagi perusahaan otobus yang ingin menggunakan bus listrik karena mayoritas pembelian dilakukan secara kredit.

Dia mengatakan, harga bus listrik saat ini masih mahal lantaran komponen baterai. Bus MAB dipasarkan mulai dari Rp 4,5 miliar, tergantung spesifikasi yang diminta oleh calon konsumen.

“Harga Rp4,5 miliar itu sudah termasuk karoseri artinya unit utuh. Kurang lebihnya belum kami finalisasi akan clear kalau sudah ada calon pembeli dengan spesifikasi yang diminta,” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

BACA JUGA:  Marnia Hadir di Medan, 30 Persen Keuntungan untuk Anak Autis dan Kanker

Puryanto menuturkan, hingga sejauh ini bus listrik MAB telah dibeli oleh PT Paiton Energy, perusahaan pembangkit listrik di Jawa Timur.

Bus listrik itu digunakan untuk bus karyawan mengganti bus konvensional karena perusahaan merupakan perusahaan listrik.

Dia mengatakan, beberapa pemerintah daerah juga telah menyatakan minat untuk menggunakan bus listrik.

Menurutnya, Pemda pun perlu mengalokasikan dana untuk membeli bus listrik dalam APBD.

BACA JUGA:  Jelajahi Banyak Spot Kuliner di Medan dalam Satu Hari, Simak 5 Tips Ini

MAB, katanya, akan memberikan alat pengisian daya secara gratis jika membeli 4 unit bus. Adapun untuk pembelian 1 unit, perusahaan yang didirikan oleh Moeldoko ini juga menyediakan alat pengisian daya tetapi tidak gratis.

“Nanti tinggal disambung ke PLN. Kami usulkan adanya semacam subsidi untuk tambah daya karena cukup mahal. Kami harapkan adanya kemudahan dari pemeritah,” katanya. (*)

Konten Terkait

Pertamina Sumbagut-Kodaeral I Belawan, Kolaborasi Strategis untuk Kelancaran Penyaluran Energi

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Pertamina Sumbagut Perkuat Ekosistem Halal Berkelanjutan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Disperindag ESDM Sumut Dorong Kemitraan Pelaku Usaha Lewat Promosi dan Temu Bisnis Sentra IKM

Bank Indonesia, TPIP & TPID se-Sumatera Komit Jaga Inflasi

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

LPEI Komit Dorong Kinerja Ekspor Produk Halal

Tiket Murah Bisa Bangkrutkan Maskapai

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara