PROSUMUT – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan melakukan kunjungan reses ke Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Rabu 29 Juli 2026.
Dalam reses tersebut, Sofyan Tan mengungkapkan sebuah cerita kenapa sering datang setiap tahunnya ke STM Hulu.
Pada Pemilu 2014, ia memperoleh 84 suara dari kecamatan yang bahkan belum pernah ia kunjungi. Daerah itu jauh dari pusat Kota Medan, akses jalannya rusak, dan namanya pun belum begitu dikenal. “Saya heran, siapa 84 orang ini yang memilih saya,” kenangnya.
Rasa penasaran itu membawanya datang ke STM Hulu. Di sanalah ia bertemu Megawati Barus, seorang guru di SMA Swasta Bina Bangsa Tiga Juhar. Pertemuan tersebut menjadi titik awal berbagi program pendidikan yang kemudian dijalankannya melalui jalur aspirasi.
Suatu hari, ketika kembali mengunjungi sekolah itu, sebuah spanduk sederhana terbentang menyambut kedatangannya, bertuliskan, “Selamat Datang Pejuang Pendidikan.”
Sejak saat itu masyarakat memanggilnya ‘Pejuang Pendidikan’. Julukan itu ternyata melekat hingga hari ini. Dari situlah tekadnya muncul, suatu hari STM Hulu harus dipenuhi sarjana.
Komitmen itu tidak berhenti sebagai slogan. Pada awalnya hanya dua anak dari STM Hulu yang dibantu melanjutkan kuliah. Kini, jumlahnya telah berkembang menjadi 205 mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah, bahkan sebagian di antaranya telah menyelesaikan pendidikan dan menjadi sarjana.
Bagi Sofyan Tan, setiap anak yang berhasil kuliah harapannya adalah satu mata rantai kemiskinan dapat berhasil diputus. Karena pendidikan adalah salah satu jalan terbaik untuk mengubah nasib keluarga.
Komitmen yang sama juga diwujudkan melalui pembangunan fasilitas pendidikan. Melalui jalur aspirasi, SMP Negeri 1 STM Hulu memperoleh anggaran revitalisasi sebesar Rp3,4 miliar, serta SMA Swasta Bina Bangsa Tiga Juhar menerima bantuan revitalisasi lebih dari Rp800 juta. Baginya, membangun sekolah sama pentingnya dengan membantu anak-anak melanjutkan pendidikan.
Sofyan Tan sebelumnya sempat berseloroh bahwa mendapatkan hati masyarakat STM Hulu membutuhkan waktu yang sangat lama. “Ibu-ibu di STM Hulu ini susah juga mendapatkan cintanya. Saya butuh sepuluh tahun sampai akhirnya mereka jatuh cinta kepada saya,” ujarnya yang langsung disambut gelak tawa warga.
Perubahan itu juga terlihat dari perolehan suara. Dari hanya 84 suara pada Pemilu 2014, meningkat menjadi sekitar 400 suara pada 2019, hingga melonjak naik mencapai 2.045 suara pada Pemilu 2024. Namun, menurutnya, angka bukanlah tujuan utama.
Ia justru mengaku lebih sering mendatangi daerah-daerah yang suara politiknya kecil. “Saya datang ke tempat yang suara saya rendah. Di Gunung Meriah dulu saya cuma dapat 15 suara. Setelah tiga kali pemilu baru naik jadi sekitar 150 suara. Tapi saya tidak menyerah karena masyarakatnya di sana lebih miskin dan lebih membutuhkan bantuan,” ungkap legislator dari Dapil Sumut 1 itu.
Baginya, pengabdian tidak boleh diukur dari banyaknya suara. Dirinya ingin masyarakat sejahtera, baik yang memilih maupun yang tidak memilih Sofyan Tan.
Menjelang akhir pertemuan, Sofyan Tan menyampaikan dua pesan sederhana kepada para orang tua.
Pertama, dorong anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh agar kelak mampu mengubah kehidupan keluarganya.
Kedua, ketika suatu hari telah berhasil, jangan lupa membantu orang lain. “Bantulah orang miskin tanpa melihat suku, agama, maupun ras. Bantulah mereka karena penderitaannya,” imbuhnya. (*)
Editor: M Idris

