PROSUMUT – Setelah sukses memperkenalkan teknologi BYD Dual Mode di Jakarta, BYD Indonesia menghadirkan BYD Dual Mode Technology Roadshow di Medan sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman teknologi elektrifikasi ke berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan ini, BYD Indonesia mengajak para jurnalis dan konten kreator di Medan untuk merasakan langsung bagaimana teknologi Dual Mode BYD bekerja pada kondisi perjalanan yang beragam dari Medan ke Berastagi, pada Selasa 2 Juni 2026.
Mulai dari area perkotaan, jalur antar kota, hingga kawasan dataran tinggi dengan tanjakan curam dan jalan berliku yang menjadi karakter khas Sumatera Utara.
Dalam perjalanan ini, para peserta merasakan secara langsung bagaimana teknologi Dual Mode BYD dengan flexible powertrain menghadirkan pengalaman berkendara yang tetap nyaman, responsif, dan efisien di berbagai situasi.
Perpindahan tenaga yang halus, karakter berkendara yang senyap khas kendaraan listrik, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi jalan memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana teknologi ini dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin beragam.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan menyebutkan perjalanan dimulai dari BYD Arista Cemara, Medan menuju daerah Berastagi-Gundaling Farmstead.
Kemudian, lanjut eksplorasi daerah Pancurbatu hingga kembali lagi ke tengah Kota Medan dengan total jarak tempuh sekitar 150 kilometer dan durasi perjalanan sekitar 6 jam.
Rute ini dipilih secara khusus untuk memberikan pengalaman menyeluruh mengenai bagaimana teknologi Dual Mode BYD mampu beradaptasi secara optimal dalam berbagai kondisi perjalanan.
“Melalui rangkaian perjalanan tersebut, peserta dapat merasakan secara langsung bagaimana teknologi Dual Mode BYD menjawab berbagai kebutuhan mobilitas modern.
Mulai dari efisiensi energi untuk penggunaan harian, fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh, hingga memberikan rasa tenang dalam berkendara melalui kombinasi teknologi elektrifikasi dan mesin yang bekerja secara cerdas sesuai kebutuhan perjalanan.
Pengalaman ini sekaligus menjadi pembuktian bagaimana teknologi Dual Mode BYD dapat menjadi solusi yang relevan untuk mendukung transisi menuju mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan di Indonesia,” ungkap Luther, Rabu 3 Juni 2026.
Dia menegaskan, BYD percaya bahwa teknologi elektrifikasi perlu dibuktikan dalam kondisi penggunaan nyata yang dekat dengan keseharian masyarakat.
“Melalui BYD Dual Mode Technology Roadshow di Medan, BYD ingin menunjukkan bagaimana teknologi Dual Mode mampu menghadirkan keseimbangan antara efisiensi elektrifikasi, fleksibilitas perjalanan jarak jauh, dan kenyamanan berkendara dalam satu solusi mobilitas,” jelasnya.
Luther menambahkan, lewat pengenalan teknologi Dual Mode di Medan, BYD berharap masyarakat dapat semakin memahami bahwa teknologi elektrifikasi tidak hanya ditujukan untuk penggunaan di kota besar, tetapi juga dapat menjadi solusi mobilitas yang adaptif untuk perjalanan lintas kota, area regional, hingga wilayah dengan karakter jalan yang lebih menantang.
BYD akan terus memperluas pengenalan teknologi elektrifikasi ke berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi mobilitas yang lebih mudah diakses, relevan, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Sementara itu, President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao mengatakan melihat kembali perjalanan di tahun 2024, BYD mengambil peran terdepan dalam mencatatkan sejarah baru perkembangan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle / NEV) di Indonesia melalui perluasan pasar kendaraan listrik dan peningkatan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan energi baru secara lebih masif.
“Dengan membawa semangat yang sama, kami memperkenalkan teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia.
“Kami melihat momentum pertumbuhan elektrifikasi yang sangat positif tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Utara yang menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan.
Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan kendaraan listrik di Sumatera Utara meningkat tajam dan BYD turut menjadi salah satu katalisator utama yang mendorong percepatan adopsi kendaraan energi baru di wilayah ini,” ungkap Eagle.
Ia menuturkan melihat peluang yang besar tersebut, BYD ingin membawa teknologi dan inovasi BYD lebih dekat kepada masyarakat Medan dan sekitarnya.
“Kami percaya Sumatera Utara ini memiliki potensi strategis untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan NEV seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap solusi mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Karena itu, melalui teknologi Dual Mode, kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif.
Teknologi ini menawarkan fleksibilitas, efisiensi, dan kemudahan akses dan biaya operasional yang lebih relevan dengan kebutuhan dan daya beli masyarakat Indonesia, sehingga mampu menjangkau lebih banyak kebutuhan dan lapisan pasar di berbagai wilayah tanah air,” pungkasnya. (*)
Editor: M Idris

