PROSUMUT – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun atau 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Nilai tersebut setara Rp32,81 per saham, meningkat 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2024, BSI membagikan dividen 15 persen dari laba bersih atau Rp1,05 triliun, dengan nilai Rp22,78 per saham.
Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS). Jadwal pembagian akan diumumkan kemudian oleh manajemen.
Sepanjang 2025, BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun. Dari jumlah itu, sebesar Rp6,05 triliun atau 80 persen dialokasikan sebagai saldo laba ditahan.
Kinerja positif tersebut didorong oleh pertumbuhan pembiayaan yang sehat, peningkatan dana murah, serta akselerasi layanan digital.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menyebut fundamental perusahaan yang kuat turut meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Hal ini tercermin dari pertumbuhan jumlah nasabah yang bertambah lebih dari 2 juta orang sepanjang 2025, sehingga total mencapai sekitar 23 juta nasabah,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu 6 Mei 2026.
Menurutnya, kebijakan dividen dilakukan secara seimbang antara memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan menjaga kekuatan modal untuk ekspansi bisnis.
BSI juga memperkuat posisinya setelah mengantongi dual licence sebagai bank syariah dan bullion bank.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui sembilan agenda, antara lain pengesahan laporan keuangan 2025, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, penunjukan akuntan publik, hingga perubahan susunan dewan komisaris dan anggaran dasar perseroan. (*)
Reporter: Nastasia
Editor: M Idris

