Prosumut
Pemerintahan

Sahli Kemenko Marvest Bicara Mangrove di Asahan

PROSUMUT – Staf ahli (Sahli) Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest) RI, Sahat Panggabean mengunjungi Kabupaten Asahan belum lama ini.

Dalam lawatan tersebut, ia bicara soal jaminan keberadaan ekosistem hutan mangrove dan optimalisasinga untuk mencapai manfaat lingkungan, sosial dan ekonomi yang seimbang secara berkelanjutan.

Begitu juga untuk pengembangan program wisata alam ekosistem hutan mangrove yang sangat menarik dan profesional.

Hal itu sebagaimana program nasional yang diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi rakyat dengan pembangunan padat karya dan melibatkan masyarakat.

BACA JUGA:  Wabup Langkat Ikuti Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027

“Kita harapkan, Pemerintah Kabupaten Asahan dan masyarakat bisa merespon program pengembangan wisata mangrove. Dan tentunya harapan kita di daerah Asahan menjadi pusat mangrove di pantai timur,” ujar Sahat di Aula Kantor Bupati Asahan beberapa waktu lalu.

Sahat memaparkan bahwa Kemenko Marvest melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kamen KKP) memiliki beberapa program, diantaranya pembuatan nursery pembibitan mangrove dan tracking mangrove.

“Berapa tahun ke depan program ini diharapkan tuntas. Dan untuk awal progam, Pemerintah akan mengucurkan dana sekitar Rp 1,5 milyar,” ujar Sahat, sembari mengatakan program ini melibatkan semua elemen termasuk lembaga Pendidikan Tinggi seperti Universitas Asahan.

BACA JUGA:  Wabup Langkat Ikuti Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027

Sementara, mewakili Bupati Asahan, Asiten II Pemkab Asahan, Bambang Hadi Suprapto bersama Kades Silaulaut, Sofyan menyambut baik atas program Nasional tersebut akan dilaksanakan di kabupaten ini.

Selain program bermanfaat bagi masyarakat, diakuinya potensi di Asahan terutama Silaulaut telah memiliki dasar awal pengembangan wisata hutan mangrove.

BACA JUGA:  Wabup Langkat Ikuti Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027

“Kami sangat mengharapkan daya dukung dari Pemerintah. Semoga apa yang direncanakan dapat terwujud,” harap Bambang.

Usai pertemuan, Kades Silaulaut Sofyan menyampaikan harapan yang tinggi akan terciptanya pengembangan wisata hutan mangrove di wilayahnya.

Menurut Sofyan, dengan pengembangan wisata hutan mangrove bisa meningkatkan pekonomian masyarakat di sekitar wilayah dan masukan pendapatan daerah di Kabupaten Asahan. (*)

 

Reporter : Nikmatullah Johari
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Wantimpres Dilantik Petang Ini, Ada Wiranto Hingga Arifin Panigoro

valdesz

Call 112 Tebingtinggi, Contoh Sosialisasi Keselamatan Destinasi Danau Toba

Editor Prosumut.com

Ramah Disabilitas Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

Editor prosumut.com

Lebih 50 Persen Keluhan Masyarakat Medan Soal Infrastruktur

Editor prosumut.com

Bupati Temui Komunitas Kristiani Asahan, Kembangkan Nilai Religius

admin2@prosumut

BKD Pemko Medan Klaim 90 Persen Pejabatnya Sudah Serahkan LHKPN ke KPK

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara