Prosumut
Ekonomi

Usai Libur Panjang, Rupiah dan IHSG Melemah

PROSUMUT – Pasar keuangan mengalami kinerja yang buruk usai libur panjang kemarin. Minimnya sentimen domestik serta buruknya sentimen dari luar membuat kinerja pasar keuangan nasional sulit untuk berada di zona hijau.

“Dari beberapa sentimen yang berkembang belakangan ini hingga sepekan ke depan, sepertinya hanya akan membuat IHSG dan rupiah berkonsolidasi di level yang tidak jauh berbeda dari saat ini,” ujar ekonom Sumut Gunawan Benjamin, Senin 24 Agustus 2020.

BACA JUGA:  Pertamina Sumbagut Tambah 3,2 Juta Tabung, Perkuat Pasokan LPG Jelang Idul Fitri 2026

Menurut Gunawan, minimnya sentimen di pekan ini menjadi kabar yang kurang menguntungkan bagi pelaku pasar. Sejauh ini, IHSG sendiri di awal pembukaan perdagangan hari ini berada di zona merah.

“IHSG dibuka minus di level 5.278,93, dan sejauh ini masih diperdagangkan di teritori negatif,” ungkapnya.

Hal yang sama juga terjadi pada mata uang rupiah. Sekalipun masih stabil dibuka di sesi perdagangan pagi ini, akan tetapi kinerja mata uang rupiah cenderung mengalami pelemahan.

BACA JUGA:  Pertamina Sumbagut Pastikan Pasokan Energi Tetap Terjaga Sepanjang Ramadan dan Idul Fitri 2026

“Sejauh ini rupiah diperdagangkan di level 14.755 per US Dolar,” sambung Gunawan.

Lebih lanjut dosen UINSU ini mengatakan, faktor lain yang juga mempengaruhi adalah ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) yang kian berlanjut.

Setelah sebelumnya kedua negara disibukkan dengan perang dagang, saat ini AS tengah merancang undang-undang untuk tidak memberikan pengakuan kepada Presiden China Xi Jinping sebagai presiden.

BACA JUGA:  Central Mega Kencana Pertegas Good Governance sebagai Fondasi Utama Bisnis Perhiasan Berintegritas

“Setidaknya, pengakuan tersebut berlaku di AS. Rancangan undang-undang tersebut kembali memicu terjadinya ketegangan di antara kedua negara yang bisa saja membuat kondisi pasar keuangan kembali di zona merah,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Rayyan Tarigan
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Cara Baru PLN Manjakan Pelanggan, Inovasi Meteran Listrik dengan AMI

Editor prosumut.com

IOH Catat Pendapatan Naik Sebesar 48,9 Persen

Editor prosumut.com

Benarkah Harga Beras RI Lebih Mahal Dari Rata-Rata Harga Internasional?

Editor prosumut.com

Inisiatif Hyperlocal Tokopedia Dukung UMKM Lokal Jadi Pahlawan Ekonomi Digital

Editor prosumut.com

Tingkatkan Pasar Modal, Capital Market Summit & Expo 2020 Digelar Virtual

Editor Prosumut.com

Himpun 40 Juta Pelanggan, Bukalapak Juarai Startup Indonesia

Val Vasco Venedict
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara