Prosumut
Kesehatan

Selalu Merasa Kesunyian dan Depresi Mudah Terdoktrin

PROSUMUT – Dokter spesialis kejiwaan, Dr dr Elmeida Effendy MKed KJ SpKJ (K) mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat seseorang sampai nekat atau dengan mudahnya terdoktrin untuk melakukan aksi bom bunuh diri.

“Terutama, bagi mereka yang sudah tidak memiliki tujuan hidup lagi di dunia, yang selalu merasa kesunyian di tengah keramaian, merasa sendiri dan tidak memiliki siapa-siapa, mengalami depresi atau gangguan jiwa lainnya akan lebih rentan untuk disugesti (didoktrin),” ungkap Elmeida kepada wartawan, Kamis 21 November 2019.

BACA JUGA:  BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

Selain itu, kata Elmeida, ada faktor lain yang juga bisa mempengaruhi yaitu keterbatasan intelegensi. Faktor ini akan sangat berpengaruh bagi doktrin atau sugesti tersebut dilakukan.

“Biasanya orang yang seperti ini (keterbatasan intelegensi) akan menganut paham aneh, sehingga menganggap aksi bom bunuh diri termasuk perbuatan jihad. Bahkan, jika terluka atau mati akan dijanjikan surga. Makanya, mereka akan melakukan apapun yang disuruh orang lain meski hal itu berbahaya dan kurang masuk akal,” ujar Ketua Departemen Psikiatri FK USU ini.

BACA JUGA:  PPDS Hospital Based, RS Adam Malik Ditetapkan sebagai RSPPU oleh Kemenkes

Untuk itu, Elmeida mengimbau bagi siapa saja yang memiliki anggota keluarga dengan masalah-masalah tersebut agar senanatisa menjaga dan mengawasinya.

Jalin komunikasi yang lebih intens dan terbuka, agar dapat mencegah hal yang tidak diinginkan itu sampai terjadi.

“Jika hal itu terjadi dengan diri sendiri, maka jangan pernah mudah mempercayai ajakan orang lain untuk berbuat sesuatu yang ada di luar koridor hukum dan kebenaran. Berbicaralah terlebih dahulu dengan orang atau keluarga terdekat sebelum memutuskan sesuatu,” terang dia.

BACA JUGA:  RSU Haji Medan Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Jalan Selama Libur Lebaran

Ia melanjutkan, carilah teman-teman yang baik dan mau membantu memilah apa yang dianggap pantas maupun tidak.

“Teman-teman yang selalu bersedia diganggu untuk ditanyakan pendapat, berdiskusi dan membahas berbagai hal,” sambungnya.

Ditambahkan dia, sebisa mungkin hindari kebiasaan untuk melamun dan kosong pikiran dengan cara selalu menjaga konsentrasi.

“Senanatiasa berdoa bila memiliki masalah atau dalam menentukan suatu keputusan terbaik. Dengan begitu, pikiran tidak akan kosong meskipun disaat sedang sendirian,” pungkasnya. (*)

Konten Terkait

Apindo Bantu Pemko Tebingtinggi Sediakan APD untuk Penanganan Covid-19

admin2@prosumut

Organisasi Salimah Bersama USU Spirit Club Gelar Senam Sehat Lansia dan Penyuluhan Gizi

Editor prosumut.com

Cerita Penderita Daging Tumbuh 30 Kg, Untung Jadi Peserta BPJS Kesehatan

admin2@prosumut

BUMN PTPN IV Ajamu Labuhanbatu Vaksinasi 1129 Karyawan

Editor prosumut.com

Mudik dan Libur Lebaran, BPJS Kesehatan Imbau Masyarakat Sumut Pastikan Kepesertaan JKN Aktif

Editor prosumut.com

Dua Lagi, Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara