Prosumut
EkonomiOtomotif

Masa Depan Bus Listrik Meragukan : Selain Mahal, Daya Jelajahnya Rendah

PROSUMUT – Harga bus listrik yang mahal menjadi kendala bagi perusahaan otobus untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan ini.

GM Goverment Relation PT Mobil Anak Bangsa (MAB) Puryanto mengatakan perusahaan otobus saat ini sulit untuk menggunakan kendaraan listrik karena harga yang masih mahal dan belum bisa digunakan untuk jarak jauh. Hal itu dipengaruhi oleh teknologi baterai dan infrastruktur pendukung untuk pengisian daya listrik dengan cepat.

BACA JUGA:  Sofyan Tan: Tanaman Hias Bukan Sekadar Dekorasi tetapi Peluang Bisnis

Dia juga menilai dukungan perusahaan pembiayaan melalui suku bunga yang kompetitif juga sangat penting bagi perusahaan otobus yang ingin menggunakan bus listrik karena mayoritas pembelian dilakukan secara kredit.

Dia mengatakan, harga bus listrik saat ini masih mahal lantaran komponen baterai. Bus MAB dipasarkan mulai dari Rp 4,5 miliar, tergantung spesifikasi yang diminta oleh calon konsumen.

“Harga Rp4,5 miliar itu sudah termasuk karoseri artinya unit utuh. Kurang lebihnya belum kami finalisasi akan clear kalau sudah ada calon pembeli dengan spesifikasi yang diminta,” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

BACA JUGA:  Plt Bupati Tiorita Dukung Promosi UMKM Langkat

Puryanto menuturkan, hingga sejauh ini bus listrik MAB telah dibeli oleh PT Paiton Energy, perusahaan pembangkit listrik di Jawa Timur.

Bus listrik itu digunakan untuk bus karyawan mengganti bus konvensional karena perusahaan merupakan perusahaan listrik.

Dia mengatakan, beberapa pemerintah daerah juga telah menyatakan minat untuk menggunakan bus listrik.

Menurutnya, Pemda pun perlu mengalokasikan dana untuk membeli bus listrik dalam APBD.

BACA JUGA:  KKSU 2026, Perkuat Sinergi dan Dorong UMKM Naik Kelas

MAB, katanya, akan memberikan alat pengisian daya secara gratis jika membeli 4 unit bus. Adapun untuk pembelian 1 unit, perusahaan yang didirikan oleh Moeldoko ini juga menyediakan alat pengisian daya tetapi tidak gratis.

“Nanti tinggal disambung ke PLN. Kami usulkan adanya semacam subsidi untuk tambah daya karena cukup mahal. Kami harapkan adanya kemudahan dari pemeritah,” katanya. (*)

Konten Terkait

Pentingnya Asuransi Kecelakaan, Sequis: Lindungi Finansial Nasabah

Horeee!! Rupiah Terus Menguat

Val Vasco Venedict

Harga Daging Ayam Mahal Masih Bertahan

admin2@prosumut

Bulog Sumut: Realisasi Serapan GKP Capai 41 Ribu Ton

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

40 Kepala Negara Berikan Selamat Kepada Jokowi Karena Menangkan Pemilu

Pandemi, BNI Syariah Ajak Nasabah Lebih Bijak Berinvestasi 

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara