Prosumut
Kesehatan

Kata Orangtua Makan Sambil Tidur Itu Pantang, Ini Faktanya

PROSUMUT – Kata orangtua makan sambil tidur itu pantang. Karena itu menunjukkan orang pemalas. Makan seharusnya dalam kondisi duduk tegak bukan dengan berbaring bagai orang sakit.

Tapi sekarang ini kita sering melakukan kebiasaan buruk itu. Berbaring menonton film bersama keluarga di rumah sembari makan camilan tentu bikin kalian makin malah gerak alias mager, kan?

Tapi bukan sekedar pantangan orang kuno, makan sambil tiduran itu juga memberi efek buruk pada pencernaan loh. Bahkan orang yang hobi makan sambil tiduran bisa terkena obesitas.

BACA JUGA:  Pertemuan Ilmiah Tahunan IAI 2026, Tegaskan Peran Strategis Apoteker

Dilansir dari Wowkeren, ini efek buruk dari makan sambil tiduran.

1. Begah

Jika makan sambil berbaring perut bisa terasa begah. Karena makan seperti itu akan memperlambat pergerakan makanan untuk menuju lambung setelah ditelan sehingga lama kelamaan akan menumpuk. Nah, hal tersebut akan menyebabkan sistem pencernaan melambat.

Dengan demikian dinding perut bisa stress dan mendorong makanan hingga mendesak gerbang katup lambung yang memungkinkan kebocoran lebih banyak jumlah sampel makanan yang seharusnya diterima usus. Hal inilah yang menyebabkan rasa begah yang tidak nyaman setelah makan.

BACA JUGA:  Pertemuan Ilmiah Tahunan IAI 2026, Tegaskan Peran Strategis Apoteker

2. Tersedak

Makan sambil tiduran sangat mungkin mengakibatkan tersedak. Dan Anda sudah tahu kan kalau tersedak bisa menyebabkan kematian.

3. Asam Lambung Naik

Makan sambil tiduran dapat menyebabkan refluks asam lambung (GERD). Penyakit ini merupakan gangguan pencernaan yang dapat menyebabkan rasa asam di mulut dan rasa terbakar di dada.

Ketika kalian makan sambil tiduran, gaya gravitasi akan melonggarkan klep yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas pergerakan makanan dan kerjanya dipengaruhi oleh gravitasi.

BACA JUGA:  Pertemuan Ilmiah Tahunan IAI 2026, Tegaskan Peran Strategis Apoteker

Hal ini akan menyebabkan asam makanan yang sudah tercerna dalam perut mengalir balik ke dalam kerongkongan.

Masalah asam lambung yang muncul juga akan mengganggu kinerja organ tubuh lainnya. Asam lambung yang bocor menuju kerongkongan dapat menyebar hingga ke saluran pernapasan dan juga organ THT (telinga, hidung, tenggorokan). Kalian dapat mengalami batuk, cegukan dan masalah lainnya. (*)

Konten Terkait

Layanan RSU Haji Medan Tidak Kalah dengan di Luar Negeri

Posyandu Berperan Strategis Bangun Kesehatan Masyarakat

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Ini Mekanisme Masuk Isoter di Asrama Haji 

Positif Covid-19 Sumut Nyaris Tembus 17.000 Orang

Editor Prosumut.com

Zona Merah Sumut Tinggal Tiga Daerah

8.241 Kasus Konfirmasi Covid-19 di Sumut

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara