Prosumut
Umum

Harimau Sumatera Masih Mengancam Lembu Warga

PROSUMUT – Pasca ditemukan lembu piaraan warga yang dimangsa harimau sumatera, bangkai tersebut sengaja dibiarkan terletak di tempat ditemukannya.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui jumlah harimau yang ada di areal Taman Naaional Gunung Leuser (TNGL).

Kebiasaan harimau, selalu meninggalkan mangsanya untuk dimakan kembali beberapa hari kemudian.

Kasi Pengelolaan TNGL Wilayah V Bahorok, Palber Turnip menjelaskan alasan membiarkan bangkai itu adalah salah satu treatment yang harus dilakukan lantaran juga sudah menjadi kebiasaannya.

BACA JUGA:  Ondim Temui Kajatisu Bahas Tata Kelola Pemerintahan

“Harimau akan kembali memakannya, jadi kita biarkan saja sampai habis,” katanya, Minggu 3 November 2019.

Sejak penemuan bangkai lembu milik Jumingin itu, petugas bersama mitra dan juga masyarakat berada di lokasi untuk menenangkan warga sekaligus memasang kamera trap untuk memantau pergerakan harimau di lokasi.

Selain itu, pemasangan camera trap itu untuk mengidentifikasi harimau.

Pemasangan kamera trap itu membuahkan hasil. Beredar video hitam putih berdurasi 9 detik yang menggambarkan seekor harimau sumatera tengah berjalan.

BACA JUGA:  Tia Ayu Anggraini Ingatkan Warga Medan Marelan Bijak Bermedia Sosial, Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks

Di dalam video itu, harimau muncul dari balik semak-semak dan memakan sisa bangkai lembu tersebut.

Menurutnya, harimau itu datang dan memakan bangkai lembu itu sebanyak tiga kali.

“Ada 3 kali dia kembali dan sekarang tinggal tengkorak,” katanya.

Dengan adanya temuan bangkai anak lembu dan tulang belulangnya di desa yang sama, milik Amat, ia menduga kuat bahwa harimaunya sama dengan yang sebelumnya.

Bangkai anak lembu itu ditemukan petugasnya setelah mendapat informasi dari warga.

BACA JUGA:  Ondim Temui Kajatisu Bahas Tata Kelola Pemerintahan

Saat dicek, petugas menemukan tengkorak anak lembu dengan bagian belakangnya sudah tidak ada lagi.

Kulitnya terkelupas dan dikerubungi lalat. Sementara itu, tulang belulangnya berserakan di antara tanaman kelapa sawit.

Diberitakan sebelumnya, Jumingin warga Dusun Pulo Pisang Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat sudah tiga kali mengalami nahas karena tiga ekor ternak lembunya dimangsa harimau.

Pertama kali terjadi pada 2014, lalu 2018 dan terakhir 26 Oktober 2019. (*)

Konten Terkait

Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Medan Timur, Alasan Covid-19

Petani Karo, Dairi & Pakpak Bharat Rawan Gagal Panen, Pemprov-Pemkab Didesak Serius Awasi Distribusi Pupuk

Di Depan Peserta PKP, Rapidin Simbolon Sampaikan Pesan Bu Mega

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Gubernur Edy Betulkan Posisi Dua Jari dan Jempol. Begini Ya…

Val Vasco Venedict

Timnas U-22 Ukir Sejarah, Juarai Piala AFF 2019

Val Vasco Venedict

Menteri Luhut akan Atur Ulang Regulasi

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara