Prosumut
Ekonomi

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melalui Edukasi dan Pendampingan Ekspor

PROSUMUT – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di tengah risiko guncangan perekonomian global, ekonomi Indonesia pada triwulan III-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,72 persen dibandingkan triwulan III-2021.

Perkembangan tersebut memperlihatkan momentum pemulihan ekonomi Indonesia masih sangat kuat, meskipun di tengah pandemi yang melanda. Hal ini juga menunjukkan pandemi Covid-19 dapat dikendalikan dengan baik, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat mengalami peningkatan tinggi yang merata di berbagai sektor.

Di antara beberapa faktor penyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi adalah kinerja ekspor yang terus menguat. Kni merupakan suatu momentum yang baik karena berarti dunia usaha sudah mulai melakukan pemulihan dalam sisi kegiatan investasinya, didukung oleh sektor perbankan yang mulai menyalurkan kreditnya, dan yang paling bagus juga adalah ekspor yang masih sangat kuat.

Performa ekspor Indonesia tumbuh secara riil sebesar 21,6 persen di triwulan III-2022 (yoy), konsisten dalam melanjutkan tren surplus dari sisi neraca perdagangan selama 29 bulan berturut-turut.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI memiliki mandat khusus untuk mendorong ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konsultasi. Selain itu LPEI juga menjadi bagian dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Program Jasa Konsultasi merupakan salah satu mandat yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor melalui program edukasi dan pendampingan seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE), Marketing Handholding Program dan Desa Devisa.

Selama pandemi sejak tahun 2020 hingga saat ini, LPEI telah berhasil memberikan edukasi melalui program CPNE kepada 1.222 pelaku UMKM berorientasi ekspor yang berasal dari berbagai kota di Indonesia antara lain Makassar, Manado, Denpasar, Demak, Kendal, Bandung hingga Aceh.

Melalui program CPNE, LPEI telah berhasil melahirkan 161 eksportir baru yang berasal dari berbagai sektor usaha, yaitu kelapa dan turunannya, makanan dan minuman, fashion, furniture dan craft, home decor, kecantikan, pengolahan ikan, rempah- rempah, alas kaki, serta komoditas pinang, ubi, dan sayuran.

Program unggulan lainnya, yaitu Desa Devisa yang merupakan program pelatihan dan pendampingan kegiatan berbasis pengembangan kepada masyarakat atau klaster yang bertujuan untuk memperbesar akses masyarakat agar mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya lebih baik dibandingkan sebelumnya dan menghasilkan devisa yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Sampai dengan Oktober tahun 2022, LPEI telah memiliki 149 Desa Devisa dan memberikan pelatihan kepada 13.349 orang petani dan pengrajin.

“LPEI terus berkomitmen memberikan edukasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM berorientasi ekspor dalam rangka meningkatkan ekspor nasional sebagai wujud kontribusi dalam membantu Pemerintah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu 19 November 2022. (*)

Reporter : Nastasia

Editor : Muhammad Idris

Konten Terkait

Pertamina Sumbagut Bersama Lintas Stakeholder Tinjau Proses Pendistribusian, Cek Kualitas BBM di SPBU Medan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Bupati Langkat Genjot Penggunaan Pupuk Organik untuk Tingkatkan Panen

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Pandemi, Kinerja BSM Tumbuh Positif di Sumut

admin2@prosumut

Sandi Uno Minta Generasi Muda Kejar Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menkeu Salahkan Kondisi Global

Val Vasco Venedict

BTPN Syariah Jaga Kualitas Pembiayaan, Laba Bersih Tumbuh 23 Persen di Kuartal III 2025

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara