PROSUMUT – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Langkat, Ilham Bangun, membenarkan penggeledahan di dinas tersebut. Bahkan, saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) kemarin menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan.
“Sebagaimana seperti yang sudah kalian dengar, maka dari hari ini KPK datang untuk melengkapi bukti-bukti. Maka mereka melakukan penggeledahan di Dinas Pendidikan Langkat,” kata Ilham di Stabat, Rabu (8/7/2026).
Penggeledahan dilakukan KPK untuk melengkapi bukti-bukti, atas dugaan suap proyek dilakukan Bupati Langkat nonaktif, Syah Afandin. Namun, sayangnya Ilham tidak mengetahui persis ruangan apa saja digeledah tim penyidik KPK.
“Saya kurang tau pasti ada berapa ruangan yang digeledah, semua ruangan yang mereka rasa dibutuhkan mereka lakukan pemeriksaan,” sebut Ilham yang memperkirakan penggeledahan berlangsung sampai siang.
Kendati membenarkan penggeledahan terkait 80 paket proyek di Dinas Pendidikan, tetapi Ilham mengaku tidak mengetahui detail substansinya. “Kalau substansinya gak tau, tapi kaitannya kesitu (80 paket) dikerjakan satu perusahaan atau gimana. Itu sudah masuk dalam dakwaan, saya tidak bisa sampaikan karena itu ada rangkaian acara, kita tunggu saja,” sebut Ilham.
“Saya termasuk yang diperiksa di Polrestabes Medan dalam OTT kemarin,” jelas Ilham terkait informasi menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan saat diamankan tim penyidik KPK dalam OTT kemarin.
Masih dari rangkaian penggeledehan, KPK juga mengambil data dari dalam komputer di ruang sekretaris Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Selain itu, ruang kepala dinas dan empat ruang kepala bidang (Kabid) turut digeledah.
“Semua ruangan digeledah, termasuk ruangan kadis, sekretaris, dan empat ruang kabid. Tidak ada ditemukan dokumen dicurigai. Cuma tadi mereka (KPK) ada ambil data di komputer, minta flashdisk, dan itu dibawa mereka,” ujar Plt Kepala Dinas PUTR Langkat, Wahyudiharto.
“Ada sekitar enam orang yang datang ke kantor PUTR. Mereka datang kemari, bawa printer sendiri, kertas bawa sendiri, makanan bawa sendiri, dikasih minum pun gak mau. Perlengkapan mereka di dalam koper itu, termasuk sarung tangan dan alat penyelidikan,” papar Wahyudiharto. (*)
Editor : Jie
previous post

