Prosumut
Pemerintahan

Ketua Komisi III DPRD Medan: PAD Triwulan I Belum Maksimal, Pengawasan Harus Lebih Maksimal

PROSUMUT – Ketua Komisi III DPRD Medan, Salomo TD Pardede menilai capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Triwulan I masih belum maksimal.

Bendahara DPC Gerindra Kota Medan ini menilai, semakin banyaknya usaha di Kota Medan saat ini harusnya bisa membuat PAD Triwulan I lebih dari angka Rp757,46 miliar.

“Saya menilai itu belum maksimal. Kalau kita kalkulasi sampai Triwulan IV, artinya PAD Kota Medan 2026 sebesar Rp3,64 triliun tidak tercapai,” ucapnya kepada wartawan, Kamis 16 April 2026.

Untuk mencapai target PAD, Salomo pun mendorong Pemko Medan bekerja keras dengan mendata semua usaha dan melakukan pengawasan maksimal.

“Sistem menongkrongi tempat usaha saya rasa cukup efektif, karena kita bisa tahu pajak yang dibayar itu sesuai atau tidak jika melihat langsung.

Beberapa lokasi terbukti sudah berubah pajaknya karena ditongkrongi, berarti cara itu efektif. Saya harap sistem itu diterapkan menyeluruh ke lokasi usaha sehingga PAD yang dicapai maksimal,” katanya.

Salomo juga menyoroti pajak hiburan yang ada di Kota Medan sebesar 40%. Pasalnya, masih terdapat lokasi usaha yang berlindung dibalik pajak restoran sebesar 10%.

“Dalam beberapa kali Rapat Dengar Pendapat (RDP), kondisi ini selalu kita sampaikan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Nanti akan kita tanyakan lagi bagaimana perkembangannya, apakah rekomendasi yang ada sudah dijalankan. Pada prinsipnya kami di DRPD Kota Medan akan terus mendukung dan mengawasi Pemko Medan dalam pencapaian PAD,” ujarnya.

Sebagai bentuk ketegasan, Salomo juga meminta Pemko Medan agar melaporkan ke DPRD Kota Medan terkait usaha-usaha yang membandel dan tidak membayar pajak.

“Laporkan ke kami untuk segera kita sikapi dan proses. Kita lihat ada lokasi usaha yang sudah dipasang menunggak pajak tapi bebas beroperasi juga.

Harusnya Pemko Medan tegas, kalau sampai waktu yang dijanjikan tidak juga menyelesaikan pajaknya, tindak tegas. Ini perlu sebagai contoh untuk usaha lainnya yang membandel,” pungkasnya.

Seperti diketahui, hingga pertengahan April 2026, realisasi total PAD mencapai 19,91% atau Rp757,46 miliar dari target PAD Kota Medan sebesar Rp3,64 triliun.

“Capaian penerimaan pajak daerah masih dalam kategori baik dan patut diapresiasi. Namun seluruh jajaran jangan berpuas diri dan bersantai. Kita harus tetap mendorong agar realisasi pajak lebih optimal,” kata Wali Kota Medan, Rico Waas saat memimpin Rapat Kerja realisasi PAD di Kanto Bapenda Medan, Rabu 15 April 2026.

Dalam rapat tersebut, Rico Waas juga mengevaluasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai masih rendah. Ia meminta Bapenda segera mengidentifikasi wajib pajak yang menunggak, khususnya dengan nilai besar, serta menyiapkan langkah konkret penagihan.

“Penanganan tunggakan tidak boleh menunggu hingga akhir tahun,” tegasnya. (*)

Editor: M Idris

BACA JUGA:  Ondim Tawarkan Potensi Sumur Tua Langkat

Konten Terkait

Wali Kota Tebingtinggi Dukung Pemekaran HKI Daerah XIV 

Editor Prosumut.com

Ribuan Warga Semarakkan Hari Kemerdekaan di Langkat

Pemkab Asahan Siapkan Berkas 184 Pekerja Migran dari Malaysia

admin2@prosumut

Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Menko Maritim dan Investasi RI

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Wali Kota Binjai Hadiri Syukuran Yonarhanud 11/WBY

Sumut Bebas PPKM Level 4, Edy Rahmayadi : Tetap Waspada

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara