Prosumut
Kriminal

RSUD Pirngadi Medan Beberkan Penanganan Satpam Korban Penembakan

PROSUMUT – RSUD Dr Pirngadi Medan memberikan penjelasan terkait penanganan seorang satpam, pasien korban penembakan dan pembacokan bernama Guntur Sugoro yang sempat mengaku peluru di tubuhnya belum diangkat karena terkendala biaya dan BPJS Kesehatan.

Direktur RSUD Pirngadi Medan, dr Mardohar Tambunan membeberkan pasien masuk ke IGD RSUD Pirngadi Medan pada 12 Mei 2026 pukul 23.45 WIB dalam kondisi sadar, mengalami sesak napas, serta luka tembak di punggung bawah sebelah kanan.

“Pasien langsung mendapatkan tindakan medis. Pada 13 Mei 2026 pukul 00.05 WIB dilakukan pemasangan chest tube di kamar bedah COT,” ujar Mardohar dalam keterangannya, Kamis 21 Mei 2026.

Selanjutnya, pasien dipindahkan ke Ruang Tulip 2A pada pukul 02.15 WIB dengan kondisi compos mentis dan menggunakan oksigen 3 liter.

Dokter kemudian menganjurkan pasien dirujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis bedah BTKV. Namun pihak keluarga disebut masih mempertimbangkan rujukan tersebut.

“Pada sore harinya, keluarga menyampaikan rencana membawa pasien ke RS Bhayangkara Medan. Karena itu, rumah sakit belum mengirimkan rujukan meskipun surat rujukan sudah disiapkan,” katanya.

Pihak rumah sakit, lanjut dr Mardohar, juga telah memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga terkait kondisi medis pasien, termasuk keberadaan proyektil peluru yang masih berada di dalam tubuh korban.

Selain itu, pasien juga telah membuat laporan kepolisian dan menjalani visum pada 18 Mei 2026 di Ruang Tulip 2A.
Menurut Mardohar, hingga pasien diperbolehkan pulang, keluarga yang sebelumnya menyatakan akan membawa pasien ke RS Bhayangkara tidak datang ke rumah sakit.

“Pada 19 Mei 2026 pukul 14.00 WIB pasien pulang berobat jalan dalam kondisi stabil. Dokter juga sudah menjelaskan apabila ada gejala lanjutan agar segera kembali ke rumah sakit,” pungkas dia.

Untuk diketahui, sebelumnya Guntur Sugoro mengaku menjadi korban percobaan perampokan di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Senin 11 Mei 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat itu, Guntur yang bekerja sebagai satpam dapur MBG di Kota Medan hendak menuju rumah rekannya. Namun di tengah perjalanan, ia dicegat sejumlah pelaku bersenjata tajam dan diminta menyerahkan sepeda motornya.

Tak ingin menjadi korban perampokan, Guntur memilih tancap gas untuk melarikan diri. Akan tetapi, para pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang langsung membacok bagian punggungnya dari belakang.

“Pas sudah masuk Jalan Tumbukan, langsung disetop dan dipepet sama dua kereta berjumlah lima orang dan disuruh berhenti. Tapi, saya merasa saya ini pasti mau dibegal,” kata Guntur.

Meski terkena bacokan, Guntur tetap mencoba kabur. Para pelaku kemudian mengeluarkan senjata yang diduga senapan angin dan menembak ke arah korban hingga proyektil mengenai punggung belakangnya.

Usai kejadian itu, Guntur menjalani perawatan di RSUD Pirngadi Medan. Namun ia mengaku peluru yang bersarang di tubuhnya belum diangkat hingga sembilan hari setelah kejadian karena terkendala biaya operasi dan pembiayaan BPJS Kesehatan.

Ia mengaku kondisi ekonomi menjadi kendala utama. Apalagi dirinya baru bekerja sekitar dua bulan sebagai satpam dapur MBG dan sudah beberapa hari tidak masuk kerja akibat peristiwa tersebut. (*)

Reporter: Nastasia

Editor: M Idris

i

Konten Terkait

7 Oknum Polisi dan 5 Wanita Muda Sempat Berpindah Lokasi Karaoke

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Bandar dan Kurir Sabu Disergai Diberi Asesment

Editor Prosumut.com

Kejadian Ayah Bunuh Dua Anak Tiri, Begini Kronologisnya

admin2@prosumut

48 Orang Sudah Diperiksa Terkait Kematian Hakim PN Medan

Dua Pelaku Begal Bermodus ‘Perempuan’ Didor Polisi

Dua Pelaku Curanmor Diamuk Masa di Perbaungan

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara