PROSUMUT – Rumah Sakit (RS) Adam Malik kembali menghadirkan inovasi terbaru dalam layanan kesehatan. Kali ini, dalam bidang obstetri dan ginekologi (obgyn), melalui layanan microwave ablation untuk penanganan penyakit ginekologi, seperti mioma uteri atau fibroid dan adenomyosis.
Dengan metode baru ini, pasien mioma kini dapat ditangani oleh dokter spesialis obgyn tanpa harus menjalani operasi pengangkatan rahim, sehingga bisa sembuh lebih cepat.
Disampaikan dokter spesialis obgyn RS Adam Malik, dr Hanudse Hartono MKes SpOG(K), selama ini penanganan mioma uteri dan adenomyosis dilakukan dengan prosedur pembedahan.
“Kedua penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan operasi pengangkatan tumor atau pengangkatan rahim. Tapi, alhamdulillah kini telah dikembangkan teknologi baru untuk penatalaksanaan mioma uteri dan adenomyosis melalui prosedur microwave ablation,” ucapnya, Senin 18 Mei 2026.
Lebih lanjut dijelaskannya, kasus mioma uteri dan adenomyosis yang merupakan suatu tumor jinak pada otot rahim ini biasanya diderita oleh pasien perempuan berusia 30-50 tahun.
“Mioma uteri dapat menyebabkan gangguan haid yang berat, nyeri panggul, hingga masalah fertilitas atau kesuburan. Namun, sebagian besar mioma tidak menunjukkan gejala. Tetapi ukurannya yang membesar dapat menimbulkan berbagai komplikasi,” terang dr Hanudse.
Begitu pula dengan adenomyosis yang mirip dengan mioma uteri, di mana jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim.
Pertumbuhan ini menyebabkan rahim menebal dan membesar, sehingga seringkali mengikibatkan nyeri saat haid dan perdarahan, dengan gejala yang dapat bervariasi. Seperti dijelaskan dr Hanudse, kondisi ini sekarang dapat ditangani dengan tindakan yang lebih modern tanpa harus menjalani operasi pembedahan.
“Microwave ablation merupakan prosedur invansif minimal (dengan sayatan kecil) yang menggunakan energi gelombang mikro untuk memanaskan dan menghancurkan mioma uteri, sehingga menyusut dan meredakan gejalanya.
Cara kerja operasi ini, jarum kecil dimasukkan ke dalam tumor dengan menggunakan panduan ultrasonografi (USG), bisa melalui dinding perut ataupun transvaginal.
Lalu, energi gelombang mikro disalurkan melalui jarum untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan tumor tersebut,” kata dr Hanudse lagi menjelaskan.
RS Adam Malik sendiri pertama kali berhasil melakukan tindakan microwave ablation ini pada 12 November 2025, dengan pasien perempuan berusia berusia 48 tahun yang diketahui menderita mioma sejak tahun 2017.
“Saya memutuskan untuk operasi karena memang diameternya sudah di atas 10 cm. Kemudian, dilakukan tindakan microwave ablation.
Alhamdulillah sudah mulai merasakan lebih baik. Saya sangat berterima kasih sekali dengan para tim dokter yang sudah membantu pelaksanaan operasi saya,” tutur pasien bernama Sri Wahyuningsih itu.
Prosedur microwave ablation ini dapat menjadi harapan baru bagi pasien ginekologi di Sumatera Utara dan sekitarnya. Karena kini operasi pengangkatan rahim tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan bagi pasien mioma uteri dan adenomyosis.
“Metode microwave ablation ini menawarkan alternatif untuk mempertahankan uterus (rahim) dibandingkan operasi pengangkatan rahim. Dengan harapan, waktu pemulihan yang lebih singkat, gejala yang berkurang, dan kualitas hidup yang lebih baik,” pungkas dr Hanudse. (*)
Reporter: Nastasia
Editor: M Idris

