Prosumut
Kesehatan

PDUI Minta Dokter di Sumut Dijadwal untuk Hadapi Covid-19

PROSUMUT – Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) mencatat ada 7 dokter meninggal dunia, diduga akibat terpapar virus corona. Dengan ini, perlu menjadi perhatikan khusus pemerintah untuk keselamatan pada garda depan dalam penanganan pasien Covid-19.

“Dokter meninggal dunia karena diduga terpapar COVID-19 ada 7 orang dengan perincian 2 dokter umum dan 5 dokter spesialis,”‎ sebut Ketua PDUI Cabang Sumut, dr. Rudi Rahmadsyah Sambas Rabu 22 Juli 2020.

Rudi mengungkapkan masih ada tenaga medis tengah menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumatera Utara.

BACA JUGA:  RS Adam Malik Raih Sertifikasi Internasional Advanced Stroke Centre dari WSO

“Tapi, keterbatasan informasi, kita tidak bisa mendapatkan data keselurahannya,” ungkap Rudi.

Untuk tidak menimbulkan korban jiwa kembali, dari tenaga medis‎, Rudi menjelaskan harus melihat kondisi kesehatan tenaga medis dan sistem bertugas setiap harinya. Ia menjelaskan jangan sampai niat menolong pasien, malah dia ditolong.

“Kita berharap di tengah kondisi Pandemi Covid-19 ini agar kiranya para dokter yang ada di Sumatera Utara di berikan jadwal rotasi jaga secara bergantian agar tidak terlalu memporsir tenaga medis yang bertugas. Sehingga dapat mencegah semakin banyaknya tenaga kesehatan kita yang terpapar virus corona di Sumatera Utara ini,” jelas Rudi.

BACA JUGA:  RS Adam Malik Raih Sertifikasi Internasional Advanced Stroke Centre dari WSO

Rudi juga menghimbau kepada seluruh Pengurus Komisariat PDUI Se Sumatera Utara agar terus berkoordinasi dengan IDI maupun Bupati serta Walikota di wilayah kerjanya masing-masing agar berkoordinasi terkait hal tersebut. Bertujuan jangan sampai lagi jatuh korban dari tenaga medis, karena Covid-19.

BACA JUGA:  RS Adam Malik Raih Sertifikasi Internasional Advanced Stroke Centre dari WSO

“Saya atas nama PDUI Cabang Sumatera Utara turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya 5 tenaga kesehatan kita yang ada di Sumatera Utara. Baik itu dokter umum maupun dokter spesialis yang telah gugur dalam menjalankan tugasnya menangani wabah Covid-19 yang terus semakin meningkat,” tutur Rudi. (*)

 

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Batuk dan Sesak, Pengidap Malaria di Kisaran Jadi PDP

admin2@prosumut

Covid-19 Bertambah Jadi 7 Daerah, Medan Kembali Zona Oranye

Gaji Dokter Umum di Medan Dinilai Belum Laik

Ridwan Syamsuri

Camat dan Kapus Wajib Validasi Data Stunting

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Relawan Covid-19 yang Meninggal Dunia Mendapat Santunan BPJamsostek Rp163 Juta

Editor Prosumut.com

Transformasi Layanan, RSUP HAM Kembangkan Aplikasi Code Stroke

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara