Prosumut
Ekonomi

Sumut Alami Deflasi 0,08 Persen di Agustus 2021

PROSUMUT – Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) tingkat inflasi di Sumatera Utara (Sumut) pada Agustus 2021 mengalami deflasi sebesar 0,08 persen. Dari gabungan 5 kota IHK tersebut Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat tiga kota mengalami deflasi dan dua terjadi inflasi.

Tiga kota IHK di Sumut yang tercatat deflasi, yaitu Pematangsiantar 0,07 persen, Medan sebesar 0,10 persen dan Gunung Sitoli sebesar 0,10 persen. Sementara itu, Sibolga inflasi 0,05 persen dan Padangsidimpuan inflasi 0,23 persen.

“Kondisi ini tidak sejalan dengan nasional yang mengalami inflasi 0,03%. Jika kita lihat tingkat inflasi di Sumut ini ada fluktuasi dari bulan ke bulan. Tetapi perubahan ini masih menunjukkan garis yang merata tidak bergejolak namun di angka rendah. Tercatat Mulai Januari 2021 sampai Agustus 2021 berada di antara 0 dan 1. Jadi angkanya tidak bergejolak masih di bawah 1,” terang Koordinator Fungsi Distribusi BPS Sumut, Dinar Butar-butar, Rabu 1 September 2021.

BACA JUGA:  MES Usung Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kedelai

Terjadinya deflasi ini, sambung Dinar karena adanya penurunan harga dari empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,32 persen, kelompok transportasi sebesar 0,02 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,16 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,39 persen.

“Di sisi lain empat kelompok pengeluaran menunjukkan peningkatan indeks, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,24 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen,” terangnya.

BACA JUGA:  MES Usung Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kedelai

Adapun komoditas yang memberi andil yang besar terhadap inflasi dan deflasi dari 5 kota gabungan IHK tersebut . Pertama minyak goreng, ikan dencis, jeruk, komoditas tomat, buah pir, buah pisang, bawang merah, bawang putih, buah naga, telur ayam ras.

“Hal yang menarik adalah untuk komoditas minyak goreng memberi andil inflasi ada kenaikan dari bulan ke bulan. Ada beberapa bulan menurun tetapi setiap bulan mengalami kenaikan dari bulan-bulan berikutnya,” sebutnya.

BACA JUGA:  MES Usung Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kedelai

Sedangkan komoditas yang menahan laju inflasi atau menurun pada Agustus 2021 ini yaitu cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, sawi hijau, kacang panjang, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, brokoli, kentang dan tisu. “Rata-rata hasil-hasil pertanian ini memberikan andil deflasi karena harga menurun kecuali tisu,” imbuhnya.

Dari 24 kota IHK di Pulau Sumatera, 19 kota tercatat deflasi. Deflasi tertinggi di Bandar Lampung sebesar 0,53 persen dengan IHK sebesar 106,84 dan terendah di Meulaboh sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 109,93. (*)

 

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Bulog Sumut: Stok CBP 42 Ribu Ton, Pasokan 2026 Aman

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Harkonas 2022, Wamendag: Konsumen Sebagai Agen Perubahan Ekonomi

Sama-sama Berawalan A, Perusahaan ini Gusur Apple dari Korporasi Terkaya se-Jagat Raya

valdesz

May Day Di Tengah Pandemi, Audit Pengusaha yang PHK Buruh!

valdesz

Kinerja Telkomsel Melemah, Pendapatan Turun Rp 2,3 T

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Dongkrak Ekosistem Inovasi di Sumut Lewat Gerakan Serentak

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara