Prosumut
Ekonomi

OPEC Kurangi Produksi Minyak Sejak 2017

PROSUMUT – OPEC dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia telah mengurangi produksi minyak sejak 2017 untuk mencegah penurunan harga di tengah produksi dari Amerika Serikat, yang telah mengambil alih posisi Rusia dan Arab Saudi sebagai produsen top dunia.

Kekhawatiran tentang permintaan global sebagai akibat dari perang dagang AS-Cina telah menambah tantangan yang dihadapi oleh 14 negara anggota OPEC, walaupun saat ini keduanya sudah bersalaman.

BACA JUGA:  Pertamina Sumbagut Hadirkan Ragam Program MyPertamina 2026, Apresiasi Ojol hingga Promo Hemat bagi Konsumen

Gary Ross dari Black Gold Investors mengatakan Arab Saudi telah melakukan yang terbaik pada harga US$70 per barel terlepas dari apa yang diinginkan Trump. Tetapi mereka belum berhasil, bahkan ekspor minyak Iran dan Venezuela sudah menurun. Dan alasannya adalah lemahnya permintaan dan pertumbuhan shale (minyak AS).

“Amerika Serikat, meskipun bukan anggota OPEC, juga tidak berpartisipasi dalam pakta pasokan, namun merupakan konsumen minyak terbesar di dunia. Lonjakan harga minyak mungkin mengarah ke bensin yang lebih mahal, ini menjadi masalah utama bagi Trump jika ia ingin terpilih kembali tahun depan,”katanya,Rabu (3/7).

BACA JUGA:  OJK Percepat Reformasi Pasar Modal untuk Perkuat Likuiditas dan Kepercayaan Investor

Brent awalnya naik sebanyak US$2 pada hari Senin menuju US$67 per barel karena para pedagang mengutip tekad OPEC untuk membatasi output. Tapi setelah aksi ambil untung, harga menurun ke US$65.

BACA JUGA:  JNE Resmi Jadi Official Logistics Partner Konser Bryan Adams di Jakarta

Pertemuan OPEC pada hari Senin kemarin, akan diikuti oleh pembicaraan dengan Rusia dan sekutu lainnya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, pada hari Selasa.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, bahwa ia telah setuju dengan Arab Saudi untuk memperpanjang pengurangan produksi global sebesar 1,2 juta barel per hari, atau 1,2% dari permintaan dunia, hingga Desember 2019 atau Maret 2020.(*)

Konten Terkait

Tiket Pesawat Mahal, Inflasi Maret 0,11 Persen

Editor prosumut.com

Ubiklan Kenalkan Konsep Human Billboard Berbasis Teknologi

Pro Sumut

Wadirut Bulog Pastikan Stok Beras di Sumut Aman Selama Nataru

Editor prosumut.com

KPwBI Sumut Gandeng UHN Medan, Tingkatkan Literasi Digital Generasi Muda

Editor prosumut.com

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bentuk Satgas Nataru, Jaga Kelancaran Distribusi Energi

Editor prosumut.com

Sofyan Tan: Kuasai Statistik, Kunci Sukses Masa Depan

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara