Prosumut
Umum

Donasikan Rp645 M Bayar Utang Negara, Kecintaan Rakyat Malaysia Patut Dipujikan

PROSUMUT – Sistem donasi yang dibuka oleh pemerintah Malaysia kepada rakyatnya untuk membantu membayar utang negara resmi ditutup setelah delapan bulan.

Donasi bernama Tabung Harapan Malaysia itu resmi ditutup pada 14 Januari lalu, dengan jumlah donasi 202.716.775,10 ringgit, atau Rp 695,4 miliar.

Menteri Keuangan Lim Guan Eng dikutip The Star via Asia One Jumat 8 Februari 2019 berkata, uang yang terkumpul setelah donasi ditutup bakal dikembalikan.

BACA JUGA:  Sambut Iduladha 1447 H, PLN UP2B Sumbagut Perkuat Keandalan Sistem melalui Pemeliharaan Prodatel di GITET Simangkuk-Sarulla

Dalam keterangan resminya, Lim menjelaskan uang yang diberikan oleh warga seluruhnya bakal dipakai untuk membayar utang.

Saat ini, Kementerian Keuangan tengah mengurus penutupan rekening sebelum uang itu dihitung oleh Departemen Auditor Jenderal. Setelah memenangkan pemilihan umum pada Mei 2018, pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad langsung membuka rekening donasi.

Kebijakan itu muncul setelah Mahathir mengumumkan saat ini Negeri “Jiran” tengah menghadapi utang sebesar 1 triliun ringgit, atau Rp 3.430 triliun.

BACA JUGA:  Sambut Iduladha 1447 H, PLN UP2B Sumbagut Perkuat Keandalan Sistem melalui Pemeliharaan Prodatel di GITET Simangkuk-Sarulla

Pada Juni 2018, mantan Raja Malaysia Sultan Muhammad V dari Kelantan memutuskan untuk memotong gajinya sebesar 10 persen untuk membantu mengurangi utang.

Langkah Sultan Muhammad V kemudian ditiru oleh jajaran menteri pimpinan Mahathir untuk memangkas 10 persen gaji sebagai simbol penghematan.

“Pemerintah federal mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Malaysia yang telah menyumbang sebagai rasa cinta kepada kalian,” ujar Lim.

BACA JUGA:  Sambut Iduladha 1447 H, PLN UP2B Sumbagut Perkuat Keandalan Sistem melalui Pemeliharaan Prodatel di GITET Simangkuk-Sarulla

Menteri berusia 58 tahun itu menuturkan, donasi itu membuat pemerintahan Dr M, julukan Mahathir, harus bekerja keras untuk membayar utang negara.

Komite yang diketuai Sekretaris Jenderal Pendapatan Ahmad Badri Mohd Xahir saat ini tengah mempertimbangkan bagaimana kontribusi itu bakal disalurkan. (*)

Konten Terkait

Tambang Emas di Madina, Polda Sumut: Kita Tidak Bisa Langsung

Siswi SMP Dibunuh, Leher Tertancap Pisau

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Mau Dapat Kuota Hingga 30 GB, Ayo Tukar SIM Card ke 4G Telkomsel

Kapolres Langkat Serukan Komunitas Angkutan dan Betor Patuhi Prokes

Editor Prosumut.com

Gudang Obat Milik Puskesmas Terbakar

Kapolres Sergai Sertijab 3 Perwira

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara