Prosumut
Ekonomi

Dampak Covid-19, Calon Pembeli Rumah Subsidi Galau

PROSUMUT – Ditengah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 dan ditengah upaya pemerintah meringankan beban pinjaman masyarakat, korban baru bermunculan yakni mereka atau masyarakat yang justru ingin mendapatkan pinjaman untuk rumah subsidi.

Pada dasarnya, memang sejauh ini mengacu kepada apa yang terjadi belakangan ini, dan meminjam bukanlah sebuah salah satu cara jitu dalam menggerakan ekonomi. Karena aktivitas ekonomi saat ini bisa dipastikan mayoritas tengah mengalami kelumpuhan.

“Tetapi, ada sebagian masyarakat yang meminjam untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti masyarakat yang ingin memiliki rumah hunian. Dari pengalaman yang saya dapatkan di lapangan, saat ini sulit buat caon debitur rumah subsidi untuk mendapatkan perumahan,” ujar pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Senin 4 Mei 2020.

BACA JUGA:  Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026, Pamerkan Produk UMKM Binaan hingga Edukasi Migas

Menurut Gunawan, permasalahan yang muncul dikarenakan bank yang tidak mau mencairkan KPR Rumah Subsidi. Dalam konteks ini, memang pada dasarnya tidak bisa disalahkan banknya saja.

“Alasan mendasar yang membuat bank itu sulit untuk mencairkan karena bank saat ini lebih fokus kepada restrukturisasi pinjaman debitur sebelumnya,” kata Gunawan.

BACA JUGA:  Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026, Pamerkan Produk UMKM Binaan hingga Edukasi Migas

Ia menyebutkan, sesuai dengan arahan Presiden, disisi lain memang dinilai ada risiko jika mencairkan kredit saat ini yaitu potensi akan terganggunya cash flow debitur nantinya. Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi yang masih terbebani dengan penyebaran Covid-19.

“Bicara konteks penyebaran Covid-19 ini juga berbicara mengenai bagaimana caranya agar masyarakat miskin yang mendapatkan skala prioritas untuk menerima bantuan. Nah bisa saja nantinya hal ini akan memicu terjadinya pengalihan anggaran pemerintah di semua pos pengeluaran yang ditujukan untuk melawan penyebaran corona,” sebut dia.

BACA JUGA:  Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026, Pamerkan Produk UMKM Binaan hingga Edukasi Migas

Oleh sebab itu, sambung Gunawan, dalam kebijakan yang lebih besar tersebut, maka anggaran PUPR bisa saja mengalami gangguan sehingga membuat penyaluran KPR bersubsidi juga terganggu.

“Ini merupakan buah dari penyebaran Covid-19 yang menganggu semua lini usaha termasuk penyaluran KPR bersubsidi,” imbuhnya. (*)

 

Reporter : Rayyan Tarigan
Editor        : Iqbal Hrp
Foto           : 

Konten Terkait

1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Pasar Modal Syariah Berkembang Baik di Indonesia

Editor Prosumut.com

Fitch Rating Indonesia Kembali Naikkan Peringkat Bank Bukopin

Editor Prosumut.com

PLN UP2B Sumbagut Pastikan Akurasi Energi Lewat Kalibrasi Meter Transaksi

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Telkomsel POIN Cuan Hepi: Banyak Penawaran Menarik, Diskon dan Undian Berhadiah

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026,TPID se-Sumut Keluarkan 6 Rekomendasi Strategis

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara