PROSUMUT – Bencana banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat, menyebabkan sekitar 70 persen alat kesehatan (alkes) dan sejumlah sarana kesehatan rusak.
Salah satunya RSUD Tanjung Pura. Akibatnya, seluruh pasien dipindahkan ke RSU Putri Bidadari.
Hal itu disampaikan Bupati Langkat, Syah Afandin, kepada Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Oktavianus yang melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Langkat, Kamis 4 Desember 2025.
Kunjungan dimaksud terkait peninjauan fasilitas pelayanan kesehatan yang terdampak banjir di Kabupaten Langkat.
Wamenkes menyebutkan kunjungan merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat dalam percepatan pemulihan layanan kesehatan pascabencana.
Benjamin menyampaikan, pemerintah pusat akan menyesuaikan langkah intervensi berdasarkan tingkat kerusakan sarana dan prasarana kesehatan di daerah terdampak.
“Kementerian Kesehatan akan memastikan dukungan sesuai kebutuhan daerah, sehingga pemulihan layanan kesehatan dapat berjalan cepat dan terarah,” ujar Wamenkes Benjamin.
Kepala Dinas Kesehatan Langkat, Juliana, melaporkan perkembangan kondisi fasilitas kesehatan pascabanjir.
Terdapat 7 rumah sakit rusak, dimana rusak berat 1 unit (RSUD Tanjung Pura). Sementara untuk puskesmas ada 32 yang terdampak, 176 puskesmas pembantu, 200 polindes/pokndes.
Juliana menyampaikan, untuk sementara pelayanan RSUD Tanjung Pura dihentikan sampai proses pemulihan memungkinkan layanan kembali dibuka.
Sebagai langkah tanggap darurat, Dinas Kesehatan Langkat telah mengoperasikan posko siaga bencana 24 jam melalui PSC 119 untuk memastikan pelayanan medis tetap tersedia bagi masyarakat.
Selama masa darurat, warga telah memperoleh pelayanan kesehatan dari jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat. (*)
Reporter: Jie
Editor: M Idris
previous post

