PROSUMUT – Perum Bulog Kanwil Sumut terus memperkuat penyaluran komoditas pangan melalui berbagai program pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Penyaluran tersebut meliputi Bantuan Pangan, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta MinyaKita yang dilakukan melalui berbagai saluran di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto menyampaikan bahwa Bulog Sumut terus mengelola stok yang tersedia sesuai kebutuhan dan penugasan pemerintah, sehingga stok yang ada dapat disalurkan melalui berbagai program untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Bulog Sumut terus mengelola dan menyalurkan stok pangan melalui berbagai program pemerintah.
Untuk Bantuan Pangan dan SPHP berupa beras, sementara untuk minyak goreng dalam bentuk MinyaKita. Semuanya kami salurkan melalui berbagai saluran agar semakin mudah dijangkau masyarakat,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa 11 Agustus 2026.
Bantuan Pangan Terus Disalurkan
Salah satu penugasan utama Bulog adalah penyaluran Bantuan Pangan kepada masyarakat. Untuk Bantuan Pangan alokasi Februari–Maret 2026, Bulog Sumut telah merealisasikan penyaluran beras sebanyak 34.954,66 ton kepada 1.756.846 Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Selain beras, pada periode tersebut juga terdapat penyaluran minyak goreng sebanyak sekitar 6,99 juta liter sebagai bagian dari Bantuan Pangan.
“Untuk Bantuan Pangan alokasi Februari sampai Maret, penyalurannya sudah kami laksanakan. Beras yang disalurkan sekitar 34.954 ton untuk 1,75 juta lebih penerima, kemudian ada juga minyak goreng sekitar 6,99 juta liter. Ini merupakan bagian dari penugasan Pemerintah yang terus kami laksanakan,” ujar Budi.
Dalam waktu dekat, Bulog Sumut juga akan kembali melaksanakan Bantuan Pangan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Untuk periode ini, bantuan yang disalurkan berupa beras dengan jumlah PBP sebanyak 1.739.256 PBP dan kebutuhan beras sekitar 52.178 ton.
“Untuk Bantuan Pangan alokasi Juli sampai September, kami sudah mempersiapkan sekitar 52 ribu ton beras untuk 1,73 juta lebih Penerima Bantuan Pangan.
Saat ini persiapannya terus kami lakukan, termasuk proses rebagging, sehingga nantinya dapat segera disalurkan kepada masyarakat sesuai jadwal yang ditetapkan Pemerintah,” kata Budi.
Menurut Budi, penyaluran Bantuan Pangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan beras masyarakat penerima sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan.
“Dengan adanya Bantuan Pangan, kebutuhan beras masyarakat penerima dapat terbantu. Harapannya masyarakat penerima tidak perlu memenuhi seluruh kebutuhan berasnya melalui pembelian di pasar, sehingga tekanan permintaan di pasar dapat lebih terjaga.
Ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas harga beras dan pengendalian inflasi di Sumatera Utara,” jelas Budi.
Penyaluran SPHP Terus Ditingkatkan
Selain Bantuan Pangan, Bulog Sumut juga terus memperkuat penyaluran beras SPHP. Untuk periode 1 Maret sampai dengan 11 Agustus 2026, BULOG Sumut telah menyalurkan 32.342 ton beras SPHP dari target sekitar 49.043 ton, atau telah mencapai 65,95 persen dari target.
Budi menyampaikan bahwa penyaluran SPHP akan terus ditingkatkan, terutama untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.
“Penyaluran SPHP terus kami tingkatkan. Sampai 11 Agustus ini sudah sekitar 32 ribu ton yang kami salurkan dari target sekitar 49 ribu ton. Untuk bulan Agustus ini kami perkirakan sekitar 9.000 ton beras SPHP akan kami salurkan ke berbagai wilayah di Sumatera Utara,” kata Budi.
Penyaluran SPHP dilakukan melalui berbagai kanal, antara lain Pasar Rakyat, Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan TNI/Polri, serta pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten/kota.
“Kami terus memperbanyak titik penyaluran dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan pemerintah kabupaten/kota. Harapannya masyarakat semakin mudah mendapatkan beras SPHP dengan harga yang terjangkau,” imbuh Budi.
Penyaluran MinyaKita Terus Diperkuat
Selain penyaluran minyak goreng melalui Bantuan Pangan Februari–Maret, Bulog Sumut juga terus melakukan penjualan MinyaKita untuk mendukung ketersediaan dan keterjangkauan minyak goreng bagi masyarakat.
Hingga saat ini, Bulog Sumut telah menyalurkan 14,36 juta liter MinyaKita melalui berbagai saluran distribusi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,50 juta liter atau sekitar 52,23 persen telah disalurkan melalui Pasar Rakyat, baik melalui kanal SP2KP maupun non-SP2KP.
“Untuk MinyaKita, sampai saat ini sudah 14,36 juta liter yang kami salurkan. Sebanyak 7,50 juta liter atau sekitar 52 persen kami salurkan melalui Pasar Rakyat, baik SP2KP maupun non-SP2KP. Selain itu juga kami salurkan melalui RPK dan Koperasi Merah Putih,” terang Budi.
Penyaluran MinyaKita melalui berbagai kanal tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap minyak goreng dengan harga yang sesuai dengan ketentuan Pemerintah.
Budi menegaskan bahwa penyaluran MinyaKita dilakukan melalui mekanisme yang tercatat sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
“Penyaluran MinyaKita ini tercatat dalam sistem SIMIRAH, sehingga seluruh penyaluran dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan. Kami terus memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan sampai kepada masyarakat,” kata Budi.
Ia menambahkan bahwa berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya Bulog Sumut dalam menjalankan penugasan Pemerintah sekaligus menjaga stabilitas pangan di Sumatera Utara.
“Stok pangan yang dikelola dan disalurkan sesuai penugasan Pemerintah. Baik Bantuan Pangan, SPHP maupun MinyaKita, kami terus salurkan.
Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan, harga pangan dan pengendalian inflasi di Sumatera Utara,” Budi menambahkan.
“Beras untuk Bantuan Pangan sudah di cek oleh Pemkab masing-masing, kemarin di gudang saya ketemu dengan Pemkot Medan, Pemkab Deli Serdang, Pemkab Sergei dan Pemkot Binjai. Kami upayakan dalam minggu ini kami salurkan” pungkas Budi. (*)
Editor: M Idris

