Prosumut
Politik

TPS dan Warga Binjai Patuh Protokol Kesehatan

PROSUMUT – Pelaksaan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota dalam Pilkada 2020 Kota Binjai berlangsung lancar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Dari amatan media semua TPS terlihat menyiapkan area cuci tangan, pemilih yang hadir diperiksa suhu tubuh dan bilik khusus untuk yang suhu tubuhnya lebih dari 37,3 derejat celsius.

Sementara itu seluruh petugas KPPS menggunakan masker dan sarung tangan. Pemilih yang datang langsung disuruh cuci tangan, dicek suhu tubuh dan diberikan sarung tangan.

Pantauan media, sejak pukul 07.00 WIB, sebanyak 475 TPS di Binjai telah memulai aktivitas guna melayani warga Binjai. Tercatat ada 179.560 pemilih yang akan mempergunakan hak pilihnya.

Seperti di TPS  004 SM Rejo Binjai Timur, suasana gembira namun patuh protokol kesehatan nampak terasa. Salah satunya dengan menghadirkan musik mengiringi proses pencoblosan.

Termasuk untuk TPS yang berada di Lapas. KPU Binjai menyiapkan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus.

Berdasarkan data pemilih terdapat 413 napi yang memiliki hak pilih dan terdaftar dalam daftar pemilih tetap pilkada Binjai.

Seperti halnya TPS lain, TPS khusus di Lapas ini juga menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. (*)

 

Reporter : Muhammad Akbar
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Komisi III DPRD Medan Minta Kejari Periksa Direksi PUD Pasar Terkait Jual Beli Kios di Pasar Kampung Lalang

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Tanpa Formulir, 58 Pasien RSUD dr Pirngadi Medan Gagal Nyoblos

Editor Prosumut.com

RDP Komisi III DPRD Medan, Terkait Zonasi Pedagang Pasar Kampung Lalang Diminta Musyawarah

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Ormas PP Pakpak Bharat untuk Franch-Mutsyuhito

Editor Prosumut.com

Masyarakat Desa Celawan Inginkan Soekirman Kembali Jadi Bupati

Editor Prosumut.com

Hari Pertama, Belum Ada Paslon Daftar ke KPU Medan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara