Prosumut
Kesehatan

Pemerintah Jamin Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Akibat Virus Corona

PROSUMUT – Pemerintah telah menetapkan pembiayaan pelayanan kesehatan akibat virus Virus Corona atau Covid-19. Hal tersebut telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Corona Virus sebagai Penyakit Dapat Menimbulkan Wabah dan Penanggulangannya yang diteken Menteri Kesehatan pada 4 Februari 2020.

Hal ini disampaikan Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf melalui siaran pers nya, Rabu 4 Maret 2020.

Dia menjelaskan segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud diktum kedua dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA:  BPJS Kesehatan-USU Gelar Fun Run, Dorong Peserta Prolanis Terapkan Hidup Sehat

Sementara itu, penjaminan pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengacu pada  Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam Pasal 52 Ayat (1) Poin (o) terkait Manfaat Yang Tidak Dijamin disebutkan salah satunya adalah  pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah.

“Saat ini Menteri Kesehatan telah menetapkan bahwa Virus Covid-19 sebagai wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Tentu di luar penyakit/pelayanan kesehatan akibat Virus Covid-19 dan kasus suspek Virus Covid-19, tetap dijamin BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Iqbal.

BACA JUGA:  RS Adam Malik Hadirkan Layanan EVAR untuk Penanganan Penyakit Pembuluh Darah

Iqbal juga menambahkan, BPJS Kesehatan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terkait ketentuan yang ada dalam Kepmenkes tersebut.

Peserta juga dihimbau untuk tidak ragu mengontak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) apabila memerlukan pelayanan kesehatan.

“Kami menghimbau khususnya FKTP untuk lebih memberikan perhatian khusus terhadap peserta JKN-KIS yang menunjukan gejala-gejala yang terindikasi diagnosis penyakit akibat Virus Covid-19. FKTP juga diharapkan lebih proaktif untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN-KIS, mengingatkan serta memberikan edukasi terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut merupakan salah satu komitmen FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

BACA JUGA:  BPJS Kesehatan-USU Gelar Fun Run, Dorong Peserta Prolanis Terapkan Hidup Sehat

Sementara itu, Iqbal menghimbau masyakarat untuk terus menerapkan pola hidup bersih sehat sebagai bentuk kewaspadaan terhadap menularnya penyakit tersebut.

“Membiasakan diri makan makanan sehat seperti buah dan sayuran, minum air putih, mencuci tangan sebelum makan, olah raga dan istirahat cukup saat ini penting dilakukan agar daya tahan tubuh kita kuat untuk menangkal ancaman virus dan penyakit. Selain itu, gunakan masker apabila memang sakit agar tidak menularkan ke orang lain,” pungkasnya. (*)

Konten Terkait

BKKBN Sumut Tekankan Akselerasi Quick Wins pada Rakorda 2025

Anak Anggota Dewan Positif Covid-19, Ini Hasil Uji Swabnya

admin2@prosumut

Menuju UHC Prioritas, Dinkes Sumut dan BPJS Kesehatan Pastikan Kesiapan Faskes

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

8.241 Kasus Konfirmasi Covid-19 di Sumut

Editor Prosumut.com

Sempat Dikabarkan Meninggal, Pasien Covid-19 Asahan Masih Dirawat

admin2@prosumut

Bupati Langkat Berencana Turunkan Angka Stunting

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara