Prosumut
Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami panitia seleksi (pansel) calon pimpinan (capim) KPK, bersama ketua Pansel KPK Yenti Ganarsih (tengah), di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/9/2019). Kedatangan pansel yang dipimpin oleh Ketua Pansel Yenti Garnasih tersebut untuk menyerahkan 10 nama capim KPK kepada Presiden Joko Widodo. SP/Joanito De Saojoao.
Pemerintahan

1 Orang Batak Lolos Capim KPK, Kini “Bola” di Tangan Jokowi

PROSUMUT – Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mohammad Tsani Annafari menyatakan, kerja Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK telah selesai dengan menyerahkan sepuluh nama kandidat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin 2 September 2019.

Dengan demikian, sepuluh nama kandidat tersebut saat ini menjadi tanggung jawab Presiden Jokowi.

“Pansel sudah selesai bekerja. Mereka sudah menunjukkan siapa mereka dengan hasil pekerjaannya dan harus kita catat dan hargai. Tetapi tanggung jawab sepuluh nama ini bukan di Pansel, melainkan di Presiden. Dan beliau sendiri secara jelas ingin mengirim calon-calon yang layak ke DPR,” kata Tsani saat dikonfirmasi wartawan, Senin 2 september 2019.

BACA JUGA:  PD AIJ Sumut Optimistis Setor PAD pada 2026

Tsani berharap, Presiden menjalankan komitmennya dengan mengirim 10 capim KPK terbaik untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di DPR.

Tsani pun mempertanyakan kelayakan adanya capim yang dinilainya telah berbicara tidak benar di depan pansel dan ada buktinya di KPK.

Menurutnya capim tersebut seharusnya tidak layak mengikuti fit and proper test di DPR. Hanya saja, Tsani tidak menyebut secara pasti orang yang dimaksud.

BACA JUGA:  Kadisdik Langkat Mengundurkan Diri

“Jadi disinilah kenegarawanan Presiden ditunggu masyarakat dan tidak didikte semata oleh masukan dari Pansel yang belum maksimal menyerap aspirasi masyarakat, misal dengan tidak hadir ke KPK untuk memeriksa bukti-bukti yang terkait,” katanya.

Diketahui, Pansel telah menyerahkan sepuluh nama capim KPK kepada Presiden Jokowi. Sepuluh kandidat tersebut, yakni Alexander Marwata (Wakil Ketua KPK), Firli Bahuri (Kapolda Sumatera Selatan), I Nyoman Wara (auditor Badan Pemeriksa Keuangan), Johanis Tanak (Direktur Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung), Lili Pintauli Siregar (pengacara, mantan wakil ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban/LPSK), Luthfi Jayadi Kurniawan (dosen Universitas Muhammadiyah Malang), Nawawi Pomolango (hakim Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali), Nurul Ghufron (Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember), Roby Arya (Asisten Deputi bidang Ekonomi Makro Sekretariat Kabinet), Sigit Danang Joyo (Kepala Sub Direktorat Bantuan Hukum Dirjen Pajak, Kemkeu). (*)

BACA JUGA:  PD AIJ Sumut Optimistis Setor PAD pada 2026

Konten Terkait

Buka Ruang Dialog Dengan Masyarakat Pagindar Bupati : Pertanian Menjadi Fokus Utama Kita Di Pagindar

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

RDP Komisi I DPRD Medan: Camat Diminta Tinjau Ulang SK Kepling 8 Tangkahan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Bupati Labuhanbatu: “Saya Akan Torehkan Tinta Emas”

Editor Prosumut.com

Pemkab Langkat Raih Penghargaan TPAKD

Pemkab Batubara Gelar Takbir Keliling Kendaraan Hias Idul Adha 1440 Hijriah

Ridwan Syamsuri

Kepling Diharapkan Bertindak Cepat dan Kuasai Data

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara