Prosumut
HukumPemerintahan

Perizinan Apartemen De Glass Residence Diduga Maladministrasi

PROSUMUT – Perizinan Apartemen De Glass Residence Diduga Maladministrasi

PROSUMUT – Proses perizinan pembangunan apartemen De’ Glass Residence di Jalan Gelas diduga terjadi maladministrasi. Warga yang keberatan, melaporkan ke Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), Senin 8 April 2019.

Fernando Sitompul selaku kuasa hukum warga yang keberatan mengatakan, proses perizinan proyek apartemen dua tower tersebut terindikasi tak sesuai prosedur atau maladministrasi. Sebab, banyak warga yang protes dan menolak untuk tanda tangan memberi persetujuan terhadap berdirinya apartemen itu.

“Perizinan dari proyek tersebut apakah benar-benar sesuai prosedur? Hal ini patut dipertanyakan. Sebab, banyak warga yang menolak dibangun apartemen tersebut. Akan tetapi, kenyataannya perizinan mereka bisa keluar. Makanya, kita laporkan ke Ombudsman (Sumut),” ujar Fernando.

BACA JUGA:  MES Usung Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kedelai

Kata dia, warga yang keberatan bersebelahan langsung dengan proyek apartemen tersebut. Jumlahnya, ada 30 warga yang tidak setuju atau menolak.

“Warga yang tanda tangan dan setuju dengan pembangunan apartemen tersebut sebagian besar rumahnya tidak berdekatan langsung. Bahkan, kabarnya warga yang setuju karena ada sesuatu,” sebutnya.

Ia menyebutkan, pembangunan proyek itu berdampak buruk terhadap rumah penduduk yang ada di sekitarnya. Selain menggangu kenyamanan dan waktu istirahat, tembok rumah warga retak salah satunya milik Richard V Silaen. “Sampai sekarang tembok rumahnya masih retak dan belum diganti rugi oleh pihak pembangun apartemen,” sebutnya.

BACA JUGA:  MPI Langkat Ditantang Berkontribusi Untuk Masyarakat

Dia menambahkan, proses Izin Analisis Dampak Lingkungan (Izin AMDAL) perlu dipertanyakan. Sebab, sampai sekarang tak pernah disampaikan warga secara jelas.

“Sudah dilakukan dua kali pertemuan untuk mempertanyakan Izin AMDAL, dan hasilnya selalu deadlock. Warga tetap tidak setuju karena tidak bisa menjelaskan bagaimana pertanggungjawabannya ke depan. Artinya, siapa yang bisa mempertanggungjawabkan di kemudian hari ketika terjadi apa-apa nantinya,” tandasnya.

BACA JUGA:  Tiorita Inginkan Kaderisasi BKPRMI Cetak Pendakwah Berintegritas

Sementara, Dedy Irsan dari Ombudsman Sumut mengatakan, laporan warga sudah diterima. Akan tetapi, perlu dilengkapi lagi karena masih ada yang kurang.

“Masih perlu dilengkapi karena keberatan warga secara tertulis baru sebagian. Seharusnya, dibuat surat yang dilaporkan ke wali kota atas keberatan warga secara tertulis paling tidak 20 orang. Hal ini untuk memperkuat pelaporan,” katanya. (*)

Konten Terkait

Isu Monopoli Bisnis dan Peredaran Narkoba di Penjara, Ini Klarifikasi Yayasan Jeera

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

2,6 Ton Sampah Diangkut dari Jalan Pertempuran Brayan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Begini Pesan Penting Bupati Asahan ke Warga Desa

admin2@prosumut

Sambut Hadi Jadi Langkat, Ini Harapan Bupati

Gugus Tugas Covid-19 Asahan Semprot Disinfektan di Kisaran

admin2@prosumut

Mei, Tren Laju Inflasi Sumut Berlanjut

Ridwan Syamsuri
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara