Prosumut
Kesehatan

RS Adam Malik Perkuat Layanan Paru dengan Alat EBUS untuk Diagnostik Penyakit

PROSUMUT – Rumah Sakit (RS) Adam Malik terus memperkuat layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi medis modern. Salah satunya adalah Endobronchial Ultrasound (EBUS), yang menggabungkan alat bronkoskopi dengan teknologi ultrasonografi (USG).

Dengan teknologi baru ini, prosedur pencitraan diagnostik pada saluran pernapasan dan sekitarnya, termasuk paru-paru, bisa dilakukan secara menyeluruh dan lebih detail.

Dijelaskan dokter spesialis paru RS Adam Malik, dr Netty Yosefhin Damanik SpP FISR, EBUS merupakan teknologi bronkoskopi yang dilengkapi dengan ultrasound, sehingga memungkinkan untuk melihat struktur saluran pernapasan secara lebih detail, sekaligus melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan di lokasi yang lebih sulit. Dengan begitu, proses diagnosis penyakit terkait saluran pernapasan dapat dilakukan dengan tingkat akurasi lebih dari 90 persen.

“Ini alat khusus yang berbeda dengan alat bronkoskopi biasa. Di ujung scope alat bronkoskopi ini ada ultrasound untuk mendeteksi pembesaran KGB (kelenjar getah bening) di balik dinding mukosa bronkus.

Kemudian, juga dapat mendeteksi massa di balik dinding mukosa percabangan bronkus. Nilai dari akurasi alat ini di atas 90 persen menurut referensi, karena dapat membiopsi pembesaran KGB ataupun massa yang tidak terlihat di percabangan bronkus,” terang dr Netty, Jumat 10 Juli 2026.

Kehadiran alat kesehatan canggih ini pun menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas diagnosis dan penanganan berbagai penyakit paru dan saluran pernapasan, seperti pembesaran kelenjar getah bening dan tumor paru.

Apalagi, alat kesehatan ini juga dilengkapi dengan USG Doppler yang mampu memberikan gambaran pembuluh darah secara tepat, sehingga dapat meminimalisir risiko terjadinya perdarahan saat melakukan tindakan medis pada pasien.

“Di sini ada dilengkapi juga dengan USG Doppler untuk mendeteksi view (gambaran) dari pembuluh darah, sehingga potensi terjadinya perdarahaan atau bleeding sangat kecil.

Karena kita tidak membiopsi secara blind (tanpa alat bantu), tapi kita dapat membiopsi target yang kita tuju, yaitu massa atau pembesaran KGB, tanpa mengenai pembuluh darah. Itulah makanya disebutkan bahwa tingkat keamanan dari terjadinya perdarahan atau bleeding sangat kecil,” lanjut dr Netty.

Dengan fungsi dan kemampuannya tersebut, EBUS ini pun dapat dimanfaatkan untuk menegakkan diagnosa yang lebih tepat pada pasien-pasien yang terindikasi mengalami tumor paru, dan juga tumor mediastinum atau pertumbuhan sel abnormal dalam rongga antara paru-paru.

“EBUS ini digunakan untuk pasien-pasien yang terdiagnosa secara CT-Scan atau pemeriksaan radiologi, (kemungkinan) tumor paru, tumor mediastinum,” tambah dr Netty.

Pemanfaatan EBUS ini diharapkan dapat mendukung penanganan berbagai penyakit sistem pernapasan dan paru secara lebih efektif, dengan prosedur minimal invasif atau tanpa operasi bedah terbuka.

Inovasi layanan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dari RS Adam Malik dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera bagian utara, RS Adam Malik terus menegaskan komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang modern, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien, dengan dukungan teknologi medis terkini. Salah satunya adalah EBUS yang diketahui merupakan satu-satunya di Sumatera Utara. (*)

Reporter: Nastasia

Editor: M Idris

Konten Terkait

RS Regina Maris Mau Buka Layanan Kanker

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Zona Merah Sumut Tinggal Tiga Daerah

RSUP HAM Teken Kerja Sama Pengampuan Layanan PIE dengan RSPI

IDI Sumut Ingatkan Mobilitas Warga Harus Diawasi dengan Baik

Tak Lagi Jadi Syarat Utama Perjalanan, Vaksinasi Booster Rendah

Naik Lagi, Positif Covid-19 di Sumut 129 Orang

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara