PROSUMUT – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, The Clinic Pediatric Care Medan mengadakan Talk Show Hari Anak Nasional 2025 yang digelar di The Clinic, Jalan Sekip, Medan, Jumat 18 Juli 2025.
Pada talk show tersebut, menghadirkan narasumber diantaranya dr M Akbar MKed (Ped) SpA, dr Halida Rahma Nasution MKed (Ped) SpA, dan Ahmad Husaini Dongoran (praktisi khitan).
Dalam paparannya, dr M Akbar menjelaskan tema besar HAN 2025 adalah ‘Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2025’.
Untuk mewujudkan Indonesia yang memiliki generasi emas, tentunya ada beberapa hal yang perlu dilakukan.
“Generasi emas itu adalah generasi yang bebas stunting. Untuk itu, lakukan investasi gizi sejak dini karena sangat penting demi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta masa depan bangsa.
Sebab, gizi yang baik pada masa kanak-kanak akan membentuk fondasi kesehatan yang kuat, meningkatkan kecerdasan, dan produktivitas di masa depan,” ungkap dr M Akbar.
Selanjutnya yang perlu dilakukan, sambung dr M Akbar, pendidikan inklusif untuk semua. Artinya, semua anak wajib mendapatkan pendidikan.
“Bagaimana caranya mewujudkan ‘Indonesia Emas’, kalau masih ada anak-anak yang tidak memiliki pengetahuan? Hal ini tentu tidak akan terwujud cita-cita Indonesia Emas tersebut,” sebutnya.
Kemudian, anak cerdas digital. Dalam hal ini, dibutuhkan peran besar dari orang tua atau keluarga terhadap anaknya terkait penggunaan gadget yang dapat menimbulkan dampak ke arah positif, bukan sebaliknya atau negatif.
“Lalu, stop perkawinan anak dan hentikan kekerasan pada anak,” jelas dr M Akbar.
Lebih lanjut dia memaparkan, dalam mewujudkan Indonesia emas diperlukan juga capaian imunisasi pada bayi dan anak.
Sebab, imunisasi penting dilakukan karena bayi dan anak sangat rentan terhadap penyakit infeksi yang berbahaya, seperti TBC, difteri, tetanus, campak, rubela, cacar air, dan lain sebagainya.
“Imunisasi memberikan kekebalan terhadap penyakit infeksi yang berbahaya. Dengan imunisasi, tubuh membentuk antibodi yang berfungsi untuk mengenali dan melawan penyebab penyakit tertentu, sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi di masa depan,” jabar dr M Akbar.
Dia menambahkan imunisasi itu adalah deposit kesehatan. Artinya, apabila bayi atau anak diberi imunisasi maka ketika mengalami penyakit, tidak akan mengalami gejala sakit yang berat.
Sementara itu, dr Halida Rahma Nasution menyampaikan pentingnya peran nutrisi terhadap tumbuh kembang anak. Hal ini sebagai upaya mencegah stunting.
“Pemberian nutrisi yang kuat dibutuhkan untuk perkembangan otak,” ucapnya.
Diutarakan dr Halida, nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan harus diperhatikan karena merupakan masa yang penting dalam perkembangan otak anak, motorik dan kemampuan sosio emosional.
“Pemberian nutrisi pada masa kehamilan dan anak-anak akan memperoleh kognitif, tingkah laku dan produktivitas pada masa sekolah dan dewasa,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Praktisi Khitan dari Power Team, Ahmad Husaini Dongoran mengungkapkan bahwa khitan atau sunat merupakan salah upaya untuk mewujudkan generasi emas, terutama melalui peningkatan kesehatan anak-anak.
“Khitan atau sunat bagi anak laki-laki memiliki manfaat kesehatan. Akan tetapi, khitan yang dilakukan harus sesuai dengan cara yang benar sehingga dapat mewujudkan generasi emas yang sehat dan berkualitas,” ujarnya. (*)
Editor: M Idris
