Prosumut
Pilpres

Ormas Ini Jadwalkan Aksi Damai Pemilu Tiap Jumat

PROSUMUT – Anggota DPR RI Raden Muhammad Syafii atau yang akrab disapa Romo hadir dalam aksi damai yang digelar usai sholat Jumat di Masjid Al Mashun Medan Jalan Sisingamangaraja Medan Kota, Jumat 22 Februari 2019.

Dalam aksi itu, Romo didampingi beberapa gabungan ormas islam seperti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Sumut.

Romo mengatakan, aksi tersebut akan digelar setiap hari Jumat hingga pemilihan umum tiba. Hal itu dilakukan untuk memastikan sekaligus mengawal pemilu yang adil dan jujur. Dalam maksud, pemilu yang berjalan sesuai kontitusional.

“Kita ingin memastikan Pemilu benar-benar pesta Demokrasi. Untuk secara konstitusional memilih pemimpin. Karena 17 April ini adalah momen rakyat Indonesia. Apakah melanjutkan kepemimpinan yang ada, meneruskan anggota legislatif yang ada. Atau menukarnya yang baru,” kata Romo usai unjuk rasa.

Ia menegaskan, jangan ada lagi intimidasi menjelang Pemilu. Seperti, intimidasi yang diduga dilakukan oleh kelompok tertentu.

“Informasi seperti itu sudah banyak kepada kami. Indikasi bahwa aparat negara sudah melanggar batas netralitas. Mereka bahkan menjadi corong untuk kepentingan-kepentingan rezim penguasa. Seperti alat politik. Tidak lagi seperti aparat negara yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Dalam aksi itu, massa bersama-sama membacakan ikrar. Isinya soal kesiapsiagaan pemilu damai, kawal ulama dan waspada kecurangan.

“Kita sudah menyatakan ada lima ikrar kesiapsiagaan untuk pemilu damai. Kemungkinan tempat berlangusngnya intimidasi itu, atau mereka yang merasa terzalimi. Kami sudah bacakan nomor kontak. Kami akan tindaklanjuti,” ungkapnya.

Tegas Romo lagi, isu-isu mengenai intimidasi terhadap pihak yang berseberangan dengan pemerintahan agar tidak terjadi lagi. Menurutnya, aparatur negara tidak bertindak netral.

“Kalau hari ini tetap tidak akan diproses, seperti layaknya mereka yang hari ini bersebrangan dengan pemerintah saja yang diproses. Tapi yang bersama pemerintah tidak diproses, kami tidak akan putus asa. Karena kami punya keyakinan. Saat itu akan tiba. Apalagi kami punya keyakinan, akan terjadi pergantian kepemimpinan lewat pemilu yang akan datang. Kita akan buat perhitungan kepada aparat yang hari ini menyalahgunakan kekuasaan,” pungkasnya.

Pantauan prosumut.com di lokasi, aksi itu mendapat kawalan dari kepolisian. Usai semua tokoh berorasi, massa membubarkan diri dengan doa penutup. (*)

Konten Terkait

Prabowo-Sandi Tolak Hasil Pilpres 2019

Val Vasco Venedict

Beda Selera Busana Jokowi & Prabowo di Debat Pilpres, Apa Kata Pengamat Fashion?

Val Vasco Venedict

Beredar Rumor, Prabowo Bertengkar Hebat Sebelum Deklarasi ‘Kemenangan’

Val Vasco Venedict

Jokowi-Ma’ruf Unggul di 16 Provinsi, Prabowo-Sandi Kuasai 18 Provinsi : Charta Politika

Val Vasco Venedict

Hati-hati Viralkan Quick Count Pilpres, Cuma ini Lembaga Survei Terdaftar di KPU

Val Vasco Venedict

Sebulan Jelang Pilpres, Roy Morgan: Jokowi-Ma’ruf 56,5 %, Prabowo-Sandi 43,5 %

Val Vasco Venedict
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara