Prosumut
Ekonomi

Benarkah Harga Beras RI Lebih Mahal Dari Rata-Rata Harga Internasional?

PROSUMUT – Menurut harga beras internasional yang dikutip dari Food and Agriculture Organizations (FAO), harga internasional beras ekspor kualitas bawah (varitas white rice 25% broken) dari Thailand sendiri seharga US$ 382 per ton atau setara dengan Rp 5.395.368 (kurs Rp 14.000). Artinya, harga beras ekspor Thailand per kilogramnya sekitar Rp 5.395 (data Juni 2019).

Sedangkan, harga internasional beras ekspor kualitas bawah (varitas white rice 25% broken) dari Vietnam seharga US$ 377 per ton atau setara Rp 5.324.748. Artinya, harga beras ekspor Vietnam per kilogramnya sekitar Rp 5.324.

BACA JUGA:  BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun, Tumbuh 16,73 Persen pada Mei 2026

Lalu, menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga beras dalam negeri kualitas bawah I hari ini yang termurah yakni di wilayah DKI Jakarta Rp 8.200/kg. Artinya, selisih harga beras termurah milik Indonesia dengan harga beras ekspor Thailand dan Vietnam sekitar Rp 2.900.

BACA JUGA:  Bisnis Laundry Terus Bertumbuh, Samsung Hadirkan Solusi untuk Dukung Produktivitas Pelaku Usaha

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso. Ia mengatakan, harga beras produksi dua negara tersebut, juga Kamboja dan Myanmar memang lebih murah.

“(Harga beras) orang di Thailan itu lebih murah, Vietnam, Kamboja, Myanmar, itu memang lebih murah,” kata Sutarto, Selasa (9/7).

Sebelumnya juga, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan bahwa selisih harga beras RI dengan internasional terpaut hingga Rp 1.800.

BACA JUGA:  BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun, Tumbuh 16,73 Persen pada Mei 2026

“Kalau kita lihat harga beras internasional itu rata-rata Rp 6.200 sekarang ya. Nah, dengan produksi beras kita yang sama dengan nilai itu, harga paling rendah di kita adalah Rp 8.000. Jadi selisihnya kan jauh ya, ada sekitar Rp 1.800. Nggak mungkin kita bersaing itu, karena pasti kalau ekspor itu patokannya harga internasional,” jelas Buwas. (*)

Konten Terkait

IHSG dan Rupiah Terpuruk Hari Ini Akibat Deflasi dan Resesi

admin2@prosumut

“The Captain of Industries”, Eldin Tantang Millenials jadi Entrepreneur

Ridwan Syamsuri

Pekan Inovasi Sumut Bidik Partisipasi ASEAN

Val Vasco Venedict

Pertamina EP Pangkalan Susu Optimalkan Produksi Sumur Migas Eksisting

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Bank Indonesia Dorong Pembiayaan Pertanian Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Jelang Hari Raya Iduladha 1447 H, Pertamina Sumbagut Siapkan Penyaluran 1,2 Juta Tabung LPG 3 Kg

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara