PROSUMUT – Staf ahli (Sahli) Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest) RI, Sahat Panggabean mengunjungi Kabupaten Asahan belum lama ini.
Dalam lawatan tersebut, ia bicara soal jaminan keberadaan ekosistem hutan mangrove dan optimalisasinga untuk mencapai manfaat lingkungan, sosial dan ekonomi yang seimbang secara berkelanjutan.
Begitu juga untuk pengembangan program wisata alam ekosistem hutan mangrove yang sangat menarik dan profesional.
Hal itu sebagaimana program nasional yang diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi rakyat dengan pembangunan padat karya dan melibatkan masyarakat.
“Kita harapkan, Pemerintah Kabupaten Asahan dan masyarakat bisa merespon program pengembangan wisata mangrove. Dan tentunya harapan kita di daerah Asahan menjadi pusat mangrove di pantai timur,” ujar Sahat di Aula Kantor Bupati Asahan beberapa waktu lalu.
Sahat memaparkan bahwa Kemenko Marvest melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kamen KKP) memiliki beberapa program, diantaranya pembuatan nursery pembibitan mangrove dan tracking mangrove.
“Berapa tahun ke depan program ini diharapkan tuntas. Dan untuk awal progam, Pemerintah akan mengucurkan dana sekitar Rp 1,5 milyar,” ujar Sahat, sembari mengatakan program ini melibatkan semua elemen termasuk lembaga Pendidikan Tinggi seperti Universitas Asahan.
Sementara, mewakili Bupati Asahan, Asiten II Pemkab Asahan, Bambang Hadi Suprapto bersama Kades Silaulaut, Sofyan menyambut baik atas program Nasional tersebut akan dilaksanakan di kabupaten ini.
Selain program bermanfaat bagi masyarakat, diakuinya potensi di Asahan terutama Silaulaut telah memiliki dasar awal pengembangan wisata hutan mangrove.
“Kami sangat mengharapkan daya dukung dari Pemerintah. Semoga apa yang direncanakan dapat terwujud,” harap Bambang.
Usai pertemuan, Kades Silaulaut Sofyan menyampaikan harapan yang tinggi akan terciptanya pengembangan wisata hutan mangrove di wilayahnya.
Menurut Sofyan, dengan pengembangan wisata hutan mangrove bisa meningkatkan pekonomian masyarakat di sekitar wilayah dan masukan pendapatan daerah di Kabupaten Asahan. (*)
Reporter : Nikmatullah Johari
Editor : Iqbal Hrp
Foto :