Prosumut
Pemerintahan

Pj Gubsu Dorong Pemda Gunakan Anggaran Belanja Tidak Terduga untuk Hal Darurat

PROSUMUT – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Agus Fatoni (foto) mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk urusan darurat atau mendesak.

Hal ini disampaikannya saat menjadi Keynote Speaker pada Executive Course Pengelolaan Keuangan Negara, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa 30 Juli 2024.

“Negara tidak boleh absen apabila terjadi hal darurat, jangan alasan tidak ada anggaran. Jika anggaran tidak tersedia saat terjadi urusan darurat, kita bisa menggunakan anggaran belanja tidak terduga,” kata Fatoni.

BACA JUGA:  Soal Pelaksanaan MTQ, Inspektorat Medan Tindaklanjuti Rekomendasi Komisi I DPRD

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Belanja Tidak Terduga bisa digunakan untuk mendanai keadaan darurat dalam rangka kebutuhan tanggap darurat bencana, penghentian konflik dan rekonsiliasi pasca konflik.

Selain itu, BTT juga bisa digunakan untuk kejadian luar biasa, serta bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan sebelumnya dengan membebankan langsung pada anggaran tersebut.

Tak hanya itu, Pemda juga dapat menggunakan BTT untuk memperbaiki kerusakan sarana dan prasarana yang dapat mengganggu pelayanan publik.

Fatoni juga mengatakan, anggaran BTT telah diatur dalam Undang-Undang.

BACA JUGA:  Tim Gabungan Pemko Medan Bongkar Alihfungsi Trotoar oleh Pengelola JCO

“Ada jalan rusak belum dianggarkan, bisa dilakukan pergeseran tanpa harus menunggu perubahan APBD.

Dari mana anggarannya? Itulah dari belanja tidak terduga, bisa dilakukan saat kondisi mendesak dan darurat,” sebut dia.

Fatoni juga memberi contoh kasus lain, salah satunya adalah jika terdapat sekolah yang rusak dan harus diperbaiki segera. Maka dari itu, Pemda dapat menggunakan BTT tanpa harus menunggu perubahan APBD.

“Contoh lain, misal ada sekolah roboh. Perbaikannya tidak bisa menunggu anggaran tahun depan, bisa dianggarkan.

BACA JUGA:  Soal Pelaksanaan MTQ, Inspektorat Medan Tindaklanjuti Rekomendasi Komisi I DPRD

Jika menunggu anggaran tahun depan, bisa-bisa rusaknya semakin parah dan membahayakan? Selain itu, tentunya akan memakan lebih banyak anggaran, maka hal ini bisa menggunakan BTT,” terang Fatoni.

Dalam kegiatan Executive Course tersebut, diikuti oleh puluhan Sekretaris Daerah atau Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) atau pejabat setingkat eselon II penanggung jawab pengelolaan keuangan di lingkungan Pemda area Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur. (*)

Editor: M Idris

Konten Terkait

Akhyar Nasution Imbau Stakeholder Optimalkan Mitigasi Bencana

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Tiga Pj Kepala Daerah di Sumut Dilantik

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Bupati Serukan Kuatkan Sinergi Membangun Langkat di Reses DPRD Sumut

Kunker dan PGGS Ketua TP PKK Saksikan Pelantikan Pengurus Kecamatan dan Desa

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Rico Waas Buka Sinyal Seleksi Sekda Medan Lewat Manajemen Talenta

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Pemkab Asahan Gelar Upacara Peringatan HUT ke-49 Korpri

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara