Prosumut
Ekonomi

BSI Catat Pertumbuhan Tabungan Tertinggi di Industri Perbankan

PROSUMUT – Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan tabungan tertinggi di industri perbankan nasional pada Triwulan I 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang lonjakan nasabah Tabungan Haji yang kini mencapai 7,25 juta rekening.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, sekitar 1,2 juta nasabah Tabungan Haji berasal dari generasi muda atau kalangan milenial dan Gen-Z.

“Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,” ujar Anggoro dalam paparan kinerja Perseroan Triwulan I 2026, Selasa 12 Mei 2026.

Sejak merger pada 1 Februari 2021, jumlah nasabah BSI bertambah 9,26 juta. Khusus tiga bulan pertama 2026, jumlah nasabah meningkat sekitar 500 ribu menjadi 23,7 juta.

Peningkatan jumlah nasabah turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 18 persen secara tahunan menjadi Rp376,8 triliun.

Pertumbuhan juga terjadi pada dana murah atau CASA, dengan giro naik 24,17 persen menjadi Rp71,7 triliun dan tabungan tumbuh 20,18 persen menjadi Rp164,5 triliun.

Total CASA BSI tercatat mencapai Rp236,2 triliun atau naik 21,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

BSI juga mencatat dominasi pada pendaftaran haji nasional. Pangsa pasar pendaftaran haji melalui BSI naik dari 49,5 persen pada 2023 menjadi 53,6 persen pada 2025. Dari total 422,3 ribu pendaftar haji nasional tahun 2025, sebanyak 226,4 ribu di antaranya mendaftar melalui BSI.

Selain itu, sebanyak 83,5 persen jemaah haji yang berangkat pada 2026 tercatat mendaftar lewat BSI.

Pertumbuhan DPK turut mendorong total aset BSI naik menjadi Rp460,1 triliun per Maret 2026. Capaian tersebut menempatkan BSI masuk jajaran lima besar bank di Indonesia setelah resmi menjadi bank persero pada Januari 2026.

Pada Triwulan I 2026, BSI membukukan laba bersih Rp2,2 triliun atau tumbuh 17,1 persen secara tahunan.

Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho mengatakan, pertumbuhan laba didukung peningkatan Fee Based Income (FBI) yang mencapai Rp2,09 triliun atau naik 22,98 persen secara tahunan.

Bisnis emas menjadi penyumbang terbesar FBI dengan kontribusi Rp705 miliar atau tumbuh 125 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, pembiayaan gadai emas tumbuh 58,3 persen dan layanan E-mas melonjak lebih dari 2.700 persen.

Dari sisi pembiayaan, BSI menyalurkan pembiayaan Rp329 triliun atau tumbuh 14,39 persen secara tahunan. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) gross membaik menjadi 1,8 persen dari sebelumnya 1,88 persen, sementara NPF nett berada di level 0,38 persen.

Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan BSI juga mendukung sejumlah program pemerintah, termasuk penyaluran pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi desa, hingga rumah subsidi. (*)

Reporter: Nastasia

Editor: M Idris

BACA JUGA:  MGS5 EV Resmi Diluncurkan di Medan, SUV Listrik Keluarga

Konten Terkait

Usai Libur Panjang, Rupiah dan IHSG Melemah

admin2@prosumut

Indahnya Perhiasan Mondial Precious, Hasil Karya Kolaborasi Bersama Nicholas Saputra

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Kembali Sidak ke Pasar dan Distributor, Ini Kata Mendag Soal Distribusi

JNE Ajak UKM Medan Manfaatkan Peluang Bisnis, Tingkatkan Potensi Strategi Penjualan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Periode Juli, Sumut Masih Berpeluang Cetak Deflasi

admin2@prosumut

Jadi Sekondan Ahok Benahi Pertamina, Siapa Pengganti Emma di Telkomsel?

valdesz
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara