PROSUMUT — Hadirnya jembatan gantung Garuda Merah Putih (GMP) di Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, diharapkan membuka peluang ekonomi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, menjadi urat nadi konektivtas atau penghubung fisik antar wilayah.
Ground breaking pembangunan jembatan tersebut, menjadi bukti sinergitas antara TNI dan Pemkab Langkat guna kepentingan masyarakat. Maka mendapat perhatian Pangdam I/BB Mayjend TNI Hendy Antariksa, bersama jajaran Pejabat Utama Kodam I/BB, Danrem, serta Dandim Langkat, disaksikan Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, Kapolres Langkat AKBP David TP maupun Kajari Langkat Asbach saat rangkaian seremonial berlangsung di Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Senin (6/4/2026).
Hadirnya TNI dan pemerintah daerah bagian bukti kuatnya kolaborasi lintas sektoral mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah. Sebab, jembatan gantung GMP memiliki panjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter. Infrastruktur ini dirancang bukan hanya sebagai penghubung fisik antar wilayah, tetapi juga sebagai urat nadi baru yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya di wilayah Kecamatan Kuala.
Wabup Tio pada kesempatn itu, sampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pembangunan jembatan. Sebagaimana dipesankan Bupati Syah Afandin, aksesibilitas merupakan faktor kunci dalam membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk membuka akses yang selama ini terbatas. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan akan tumbuh lebih cepat,” sebut Tio seraya meminta masyarakat menjaga dan merawat jembatan setelah selesai dibangun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa menegaskan, pembangunan jembatan merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam membuka keterisolasian desa-desa. Disebutkan pula, hingga saat ini Kodam I/BB membangun 144 jembatan dari target 320 unit yang direncanakan di seluruh wilayah Sumatera Utara. Program tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan.
“Ini adalah bentuk nyata negara hadir melalui TNI. Kami berkomitmen untuk terus bahu-membahu mempermudah akses masyarakat di daerah terpencil. Kami berharap dukungan semua pihak agar anak-anak sekolah memiliki akses yang layak dan perekonomian warga semakin meningkat,” kata Pangdam I/BB Mayjend TNI Hendy Antariksa.
Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa penyaluran bantuan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lokasi. TNI peduli kondisi sosial masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga. (*)
Editor: Jie
previous post

