PROSUMUT — Seluruh elemen sepatutnya menjaga dan melindungi generasi muda sebagai penerus bangsa, menghadapi tantangan era digitalisasi dan tranformasi teknologi.
Ajakan itu disampaikan Bupati Langkat, Syah Afandin, saat upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 bertema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” di Tribun Alun-Alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, Rabu (20/5/2026).
Berkaca dari tema dimaksud, Afandin yang biasa disapa Ondim berpenapat, sebagai pengingat pentingnya peran bersama dalam membangun generasi muda yang tangguh, cerdas, dan berkarakter demi menjaga kedaulatan bangsa di masa depan.
Dihadapan segenap peserta upacara diantaranya Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, unsur Forkopimda, Sekda Amril Nasution, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, segenap ASN Pemkab Langkat, pelajar SLTP dan SLTA, Pramuka, KNPI, serta berbagai organisasi kepemudaan lainnya, Ondim yang membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia meminta, Harkitnas bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi momentum memperkuat semangat persatuan dan membangun kemandirian bangsa.
Amanat dibacakan Ondim menerakan, visi kemandirian bangsa diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, diantaranya program MBG yang berjalan masif di sekolah-sekolah seluruh Indonesia guna membangun fondasi fisik generasi masa depan.
Selain itu, urai dia, pemerintah terus memperluas akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, peningkatan kualitas guru, serta penyediaan beasiswa untuk mengurangi ketimpangan kualitas sumber daya manusia.
Untuk sektor kesehatan, pemerintah menghadirkan layanan cek kesehatan gratis secara masif sebagai bentuk perlindungan kesehatan merata bagi seluruh masyarakat. Kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan disebut tengah dibangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan nasional yang utuh.
Tak hanya itu, penguatan kesejahteraan masyarakat juga dilakukan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, sembako, obat-obatan terjangkau, hingga layanan ekonomi dasar lainnya sehingga desa menjadi lebih mandiri.
Masih membacakan amanat Menteri Komdigi, Ondim menyoal, pentingnya perlindungan generasi muda di ruang digital. Pemerintah telah memberlakukan penuh PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Bahkan sejak 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya sebagai langkah konkret menjaga kesehatan mental dan tumbuh kembang anak di era digital.
“Melalui kebijakan ini kita memastikan bahwa anak-anak sebagai tunas bangsa dapat mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” sebut Ondim seraya akui momentum Harkitnas sebagai penguatan kembali arah perjalanan bangsa melalui Asta Cita, delapan misi besar pembangunan nasional sebagai kompas utama menuju Indonesia Maju.
Ondim pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk terus menyalakan semangat perjuangan “Budi Utomo” dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan literasi digital, dan memastikan setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,” ucap Ondim. (*)
Editor: Jie
previous post

