Prosumut
Kesehatan

Borong Masker dan Sanitizer? Respon Berlebihan Soal Corona

PROSUMUT – Penyebaran virus Corona atau Covid-19 memang menjadi permasalahan global mengingat penyebarannya yang cukup luas dan jumlah korban yang tidak sedikit.

Kondisi ini membuat masyarakat menjadi cukup panik dan meresponnya dengan memborong masker dan hand sanitiser mengingat kedua media ini dipercaya dapat menghambat penularan virus.

Menurut pandangan Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Wahyu A Pratomo bahwa respon ini dinilai cukup berlebihan oleh masyarakat dengan memborong masker dan hand sanitiser.

BACA JUGA:  RSU Haji Medan Hadir di PRSU 2026, Berikan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Edukasi

“Benar, sudah ada korban yang terkena virus Corona di Indonesia, dan jumlahnya 2 orang. Namun rumah sakit dan pemerintah telah berupaya untuk mengambil langkah-langkah cepat untuk melakukan pencegahan penyebarannya melalui isolasi terhadap korban,” jelasnya pada Prosumut, Jumat 6 Maret 2020.

Langkah ini katanya dinilai sudah tepat dan sesuai prosedur, tentunya untuk mencegah penularan. Pemerintah juga menurutnya, telah melakukan sejumlah sosialisasi terkait penyebaran virus ini.

BACA JUGA:  RSU Haji Medan Hadir di PRSU 2026, Berikan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Edukasi

“Hanya saja peristiwa ini direspon cukup berlebihan. Hingga masker dan hand sanitiser kosong,” tambah Wahyu.

Lanjut Wahyu, adapun lonjakan permintaan yang tiba-tiba tentunya dapat berakibat terhadap kekurangan stok dan kemudian menghilang. Tetapi juga dimungkinkan, alasan hilangnya stok untuk mendorong kenaikan harga masker dan sanitiser lebih tinggi.

Sementara itu sambungnya, mekanisme pasar selalu demikian, ketika ketersediaan barang berkurang dan permintaan meningkat maka harga akan mahal. Untuk itu, Wahyu menegaskan sebenarnya masyarakat tidak perlu panik, karena virus ini telah mendapat perhatian serius.

BACA JUGA:  RSU Haji Medan Hadir di PRSU 2026, Berikan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Edukasi

“Untuk itu, kita harapkan pemerintah harus menyiapkan standar prosedur di seluruh rumah sakit yang dimilikinya, serta dibantu rumah sakit non pemerintah (swasta) untuk mempersiapkan penanganan kasus ini. Dengan demikian, masyarakat menjadi tidak panik dan pembelian masker secara berlebihan menjadi tidak terjadi,” pungkasnya. (*)

Konten Terkait

Berbahaya Bagi Kesehatan, BPOM Instruksikan Tarik Peredaran Obat Ranitidin

UHC Capai 98,6 Persen, Pemprov Sumut Komitmen Jamin Layanan Kesehatan Optimal

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

BUMN PTPN IV Ajamu Labuhanbatu Vaksinasi 1129 Karyawan

Rumah Sakit GL Tobing Siap Tampung PDP Covid-19

admin2@prosumut

Pasien Positif Corona di RSUP HAM Jadi 9 Orang, Negatif 8 Orang

admin2@prosumut

Transformasi Layanan, RSUP HAM Kembangkan Aplikasi Code Stroke

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara