Prosumut
RSU
Kesehatan

Keluarga Bawa Kabur Jenazah PDP Covid-19 dari RSUD Pirngadi

PROSUMUT – Lantaran keluarga menolak dimakamkan sesuai protokol Covid-19, seorang jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan dibawa kabur oleh keluarga saat akan dilakukan pemulasaran jenazah sesuai protokol Covid-19, Sabtu dini hari. 4 Juli 2020.

Kasubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Perangin-angin yang dikonfirmasi menyampaikan, jenazah tersebut dibawa keluarga, bahkan dengan menggunakan mobil pribadi.

“Saat itu jenazah pasien sudah ada di mobil ambulance. Tapi karena keluarga meminta agar di sholat kan dahulu, maka jenazahnya pun diturunkan,” ujarnya, Minggu 5 Juli 2020.

BACA JUGA:  Langkat Gelorakan PSB di Seluruh Desa

Namun saat diturunkan dari ambulance, jenazah yang sudah berada di dalam peti tersebut, ternyata malah dinaikkan oleh keluarga ke dalam mobil mereka. Selanjutnya bersama dengan jenazah tersebut, mobil itu pergi, yang berdasarkan informasi didapat menuju ke arah Belawan.

“Disini kita tidak bisa berkomentar, karena sudah ranahnya pihak kepolisian. Yang pasti soal pemulasarannya sudah kita kerjakan,” tuturnya.

Lebih lanjut Edison menyebutkan, penegakan status pasien tersebut adalah sebagai PDP. Pasien juga kata dia, sempat dirawat di ruang isolasi rumah sakit milik Pemko Medan itu selama satu malam, yakni masuk pada Jumat malam (3/7/2020), dan meninggal dunia pada Sabtu dini hari (4/7/2020).

BACA JUGA:  Perkuat Program Sehati Bunda, BKKBN Sumut-Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

“Untuk komorbid pasien, adalah pneumonia,” tandasnya.

Terpisah Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah yang dimintai tanggapannya soal kejadian ini meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol pemulasaran jenazah Covid-19.

BACA JUGA:  Perkuat Program Sehati Bunda, BKKBN Sumut-Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

Karena, tegas dia, protokol ini dibuat adalah semata-mata untuk menjaga masyarakat supaya tidak menambah kasus-kasus baru Covid-19.

“Kita khawatirnya, akan dijadikan pembenaran. Kalau itu terjadi tentu kan bahaya. Karena bagaimana, seandainya pemulasaran jenazah itu tidak sesuai protokol Covid sementara dia terkonfirmasi, walaupun hasil labnya belum ada. Itu yang kita khawatirkan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Kasus ISPA dan Diare Melonjak Pascabanjir, DPRD Medan Minta Dinkes Fokus Jemput Bola

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Perkuat Program Sehati Bunda, BKKBN Sumut-Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Mendadak Rapid Test, 3 ASN Pemko Tebingtinggi Reaktif

admin2@prosumut

Dinkes Sumut Ingatkan Pengguna Jalan, Pandemi Belum Usai

Alamak, 230.000 Data Tes Covid-19 Dijual di Pasar Gelap

valdesz

BKKBN Sumut Gandeng Media Sosialisasikan 5 Quick Win Pembangunan Keluarga

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara