Prosumut
Ekonomi

Tarik Investor Habis-habisan, Malaysia Obral Insentif Pajak

PROSUMUT – Malaysia mengumumkan kebijakan perluasan insentif pajak terhadap perusahaan yang memilih negaranya sebagai pusat operasi bisnis regional maupun global.

Pada 2015, pemerintah Malaysia melalui Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri meluncurkan program insentif Principal Hub (PH) yang berupaya menarik minat investasi regional dari perusahaan multinasional terbesar dunia.

Berlaku mulai tahun ini, Otoritas Pengembangan Investasi Malaysia (MIDA) menyampaikan bahwa perusahaan yang sudah ada di Malaysia dan memenuhi syarat dapat langsung memanfaatkan insentif pajak hingga 10%, dari pajak korporasi umum sebesar 24%.

BACA JUGA:  Pertamina Sumbagut Pastikan Penyaluran LPG 3 Kg Tetap Optimal Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Sementara itu, perusahaan yang belum berada di Negeri Jiran dapat mengajukan insentif pajak 0% dan 5% yang berlaku selama 10 tahun, disesuaikan dengan investasi dan komitmen perusahaan untuk membangun lapangan kerja.

“Peningkatan insentif pajak PH ini selaras dengan Malaysia yang terus berinovasi dalam kebijakan dan strateginya untuk menarik lebih banyak investasi, sehingga negara akan terintegrasi ke kawasan dan pasar lainnya,” ujar pernyataan MIDA, seperti dikutip melalui Reuters, Rabu 9 Oktober 2019.

BACA JUGA:  Pertamina Sumbagut Dukung Sakkamadeha Kembangkan Tenun Ulos, Kekuatan Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

MIDA juga menambahkan bahwa kebijakan ini adalah upaya Malaysia agar lebih kompetitif di antara negara lainnya sebagai pusat bisnis yang optimal di kawasan Asia-Pasifik.

Program pemerintah yang sudah berlansung selama kurang lebih 4 tahun ini berhasil menarik investasi tidak hanya dari investor lokal, tetapi juga perusahaan multinasional untuk mendirikan bisnis mereka di Malaysia.

BACA JUGA:  Pertamina Sumbagut Dukung Sakkamadeha Kembangkan Tenun Ulos, Kekuatan Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

Di tengah perang dagang yang melibatkan Amerika Serikat dan China, negara-negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand diuntungkan dari perusahaan yang sejumlah memindahkan kegiatan produksi mereka dari China untuk menghindari tarif impor Washington. (*)

Konten Terkait

Pertamina Perkuat Sinergi dengan Komunitas Nelayan dan Pelaku Usaha Mikro di Sibolga

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Hadirkan Kisah Startup Asia, Telkomsel Luncurkan TechStorm Saluran TV Pertama di Indonesia

Survei Perbankan Triwulan IV 2024, Penyaluran Kredit Baru Terindikasi Naik

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

OJK Catat Perbankan Syariah di Sumut Tumbuh Double Digit 

HUT ke-28 BEI, Diharapkan Memajukan Industri Pasar Modal

admin2@prosumut

Bulog Sumut Pastikan Stok Beras dan Minyakita Stabil Selama Ramadan-Lebaran 2026

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara