PROSUMUT – Masyarakat Lingkungan III Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat Sumatera Utara menyegel Kantor Lurah dan Puskesmas Pembantu, Senin 2 Maret 2020. Itu dilakukan warga lantaran merasa tak pernah mendapat pelayanan yang layak.
Penyegelan yang bermula dari rasa kecewa itu lantaran pimpinan kelurahan tersebut dinilai masyarakat jarang masuk kantor. Buntutnya, warga yang mau mengurus dokumen kependudukan pun sulit.
“Sudah Lurah jarang masuk, kantor juga jarang buka,” kata warga berinisial H.
“Kalau mau urus-urus, ke rumah Seklur jadinya. Nanti yang berurusan ke kabupaten, suami Seklur itu dan pastinya pake tarif,” tambah H.
Pandangan senada juga disampaikan warga setempat lain berinisial B. Ia menambahkan, penggunaan Dana Kelurahan yang dilakukan oknum lurah tersebut dinilai tak transparan.
“Pembangunan pun terkesan asal jadi. Kami enggak pernah tahu berapa jumlah dana kelurahan yang dikucurkan. Asal ditanya, Lurah ngelak,” katanya.
“Ada proyek leningan di sini senilai Rp85 jutaan baru selesai dikerjakan, sudah retak,” sesalnya.
Warga harap, pihak terkait menindaklanjuti keluhan tersebut. Selain itu, juga menindak tegas atau memberi sanksi lantaran bobroknya pelayanan birokrasi di Kelurahan Harapan Jaya.
Sementara itu, masyarakat juga mengeluhkan pelayanan kesehatan. Terlebih, Pustu Harapan Jaya juga tidak pernah terlihat beroperasi.
Akibatnya, warga kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan.
“Kalau mau berobat, kami selalu menunggu bidan kampung pulang dari tempatnya bekerja. Abang saya pernah sakit perut dari pagi, menjelang malam baru mendapatkan pertolongan medis. Tak jarang juga warga sini yang sakit kronis sampai meninggal, karena tidak ada pertolongan medis. Jadi, gak ada gunanya juga kan ada Pustu di sini, lebih baik kami segel aja,” ujar warga.
Pantauan di lapangan, Pustu Harapan Jaya terlihat sangat memprihatinkan. Tumbuhan semak terlihat mengelilingi Pustu yang sudah beberapa tahun tak pernah dibuka.
“Kami butuh pelayanan kesehatan yang layak seperti warga-warga di daerah yang lain. Macam dianggap enggak ada kami di sini. Kami berharap agar Pustu bisa segera diaktifkan,” tandas warga. (*)