PROSUMUT – Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen membantu biaya pendidikan seorang siswa SD Muhammadiyah 27 Medan kurang mampu.
Pasalnya, siswa yang terancam putus sekolah tersebut telah menunggak biaya sekolah hingga beberapa bulan.
“Saya prihatin dan merasa terpanggil. Saya ingat dulu selalu terlambat bayar uang sekolah karena orang tua saya kurang mampu.
Begitu mendengar salah satu siswa di sekolah ini terancam putus sekolah karena menunggak 6 bulan (biaya), maka saya hadir untuk membantu melunasinya,” kata Zulkarnaen saat mendatangi sekolah tersebut di Jalan Pimpinan Gg Wisma, Medan, Selasa 2 September 2025.
Turut hadir, Kepala SD Muhammadiyah 27 Medan, Norma Yuni Lubis, Sekcam Medan Perjuangan, Lurah Sei Kera Hilir I Agung Satria, perwakilan Dinas P3APMPPKB (Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kota Medan Torong Siregar.
Setelah melunasi tunggakan biaya sekolah siswa tersebut, Zulkarnaen berjanji akan menanggung uang sekolah berikut kebutuhan si anak tadi hingga tamat SD yang saat ini duduk di Kelas III.
Dikatakan Zulkarnaen, pendidikan adalah merupakan hak semua anak. Ketika orang tua tidak sanggup membiayai uang sekolah, pemerintah harus hadir.
“Ini salah satu tanggung jawab saya, bagian dari pemerintah. Apalagi masalah ini sudah merupakan instruksi pimpinan partai kami, jangan sampai ada anak yang putus sekolah.
Saya harus patuh demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” sebut anggota dewan dari Partai Gerindra ini.
Sementara itu, perwakilan Dinas P3APMPPKB Kota Medan Torang Siregar menyampaikan terkait perwujudan pendidikan yang berkualitas pihaknya akan segera melakukan edukasi masalah pendidikan di SD Muhammadiyah 27.
Tujuannya mengarahkan kepada orang tua agar lebih fokus mengarahkan anak anaknya ke sekolah, juga meningkatkan pola asuhan di rumah.
“Menjadi anak yang baik, harus lebih besar peran orang tua,” ujarnya.
Kepala SD Muhammadiyah 27 Medan Norma Yuni Lubis menyampaikan terima kasih atas kedatangan Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen yang berkenan memfasilitas kebutuhan siswa.
Kata Norma, ke depan pihaknya butuh arahan dan masukan sehingga sekolahnya bisa melahirkan siswa yang berkualitas. (*)
Editor: M Idris

