PROSUMUT – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, mengatakan bahwa olahraga basket dapat menyatukan dan membangun persahabatan.
“Itulah basket, menyatukan dan membangun persahabatan tanpa sekat, tanpa melihat latar belakang suku, agama dan ras,” kata Sofyan Tan saat membuka Honda Wahidin Cup Basketball Tournament 2025 di di GOR Pradipa Perguruan Nasional Dr Wahidin, Medan Labuhan, Sabtu 23 Agustus 2025.
Sofyan Tan mengapresiasi turnamen yang telah memasuki tahun ke-16 yang menjadi bukti konsistensi Yayasan Perguruan Dr Wahidin Sudirohusodo dalam membina bakat-bakat muda di Sumatera Utara.
Tak heran jika dari lapangan tersebut, banyak lahir bibit atlet basket yang berprestasi.
Dia mengingatkan, anak-anak yang bertanding hari ini dalam 20 tahun mendatang akan berusia 32 hingga 38 tahun.
Hal itu artinya di saat Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-100, anak-anak hari ini akan menjadi generasi emas yang menjadi harapan bangsa.
“Negara kita membutuhkan anak-anak yang cerdas otaknya dan sehat tubuhnya. Untuk itulah pentingnya terus mendukung anak-anak untuk berkompetisi dalam olahraga,” pungkasnya.
Hadir dalam acara, Wakil Ketua Perbasi Sumut Darsen Song, Ketua Perbasi Kota Medan Pelangi W Wijaya, tokoh masyarakat Sumatera Utara Rudy Hermanto, mewakili Kapolsek Medan Labuhan Iptu Mahrizal Nasution, Ketua Yayasan Perguruan dr Wahidin, Abdul Rahman Batubara, Corporate and Marketing Communication Manager PT Indako, Gunarko Hartoyo dan Ketua Panitia Syuaib Hasibuan.
Ketua Perbasi Kota Medan Pelangi W Wijaya yang dalam sambutannya diwakili oleh Dr Huliman MKom menyampaikan apresiasinya kepada pihak sponsor yang sudah membantu terselenggaranya Honda Wahidin Cup.
Tahun ini adalah turnamen ke-16 diselenggarakan. Sejak GOR Pradipa dibangun, hanya satu kali turnamen absen yakni saat covid-19.
Turnamen diikuti 65 peserta dari sejumlah sekolah di Medan, Binjai, Karo, Tanjung Balai, Deli Serdang dan kota lainnya.
Ia mengingatkan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, dan semangat kebersamaan serta persaudaraan. Cukup di lapangan berkompetisi menjadi yang terbaik, namun di luar lapangan semua adalah saudara. (*)
Editor: M Idris
