Prosumut
PemerintahanPilpres

Pengunduran Diri Bupati Madina, TKD Sumut: Tak Terkait Suara #01, Ngarang itu!

PROSUMUT – Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Soetarto mengatakan terkait pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution tidak terkait karena kekalahan suara Paslon Presiden nomor 01 Jokowi-Ma’ruf Amin di Madina.

“Karena menangnya Jokowi itu sangat tergantung pada kinerja dan kerja dari partai pengusung. Tentu juga dari tim kampanye di daerah Madina maupun di tingkat provinsi. Jadi, tidak mutlak menjadi tanggung jawab satu orang,” ujarnya, Selasa 23 April 2019.

Menurut Soetarto, pihaknya tidak ada satu kontrak politik apapun baik itu dengan bupati, wali kota dan gubernur. Sehingga, apabila ada secara personal bupati melakukan dukungan ke Jokowi itu berpulang pada sikap politik masing-masing.

“Intinya kita tidak ada hubungannya kalah menang itu dengan keinginan dari pak Dahlan Hasan Nasution untuk mengundurkan diri. Karena itu menjadi domainnya atau masalah beliau,” terang Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut ini.

Lebih lanjut Soetarto mengatakan, tidak ada tekanan yang diberikan kepada Bupati Madina tersebut terutama dari sisi tim kampanye daerah karena tidak pernah melakukan MoU dengan bupati dengan wali kota atau dengan gubernur sekalipun.

BACA JUGA:  Rico Waas dan Zakiyuddin Kompak di Ruang Publik

“Karena bupati dan wali kota itukan bersikap mengayomi semua masyarakat maka netral ya. Jadi gak ada kaitannya dengan surat pengunduran diri itu terkait menang kalahnya Jokowi di Madina. Sebab masalah mengundurkan diri seorang bupati itukan pertama menjadi hak personal. Tentu tidak ada kaitannya dengan persoalan menang kalahnya Jokowi di kabupaten tersebut,” jabarnya.

Kedua, sambungnya pengunduran Dahlan itu tentu tidak lazim. Di mana dalam surat pengunduran dirinya yang beredar hanya ditandatangani langsung oleh beliau selaku bupati.

“Kalau pengunduran diri secara ketentuan itu kan harus melalui Gubernur dan paripurna DPRD. Nah, itu yang harus kita pahami secara ketentuan undang-undang,” pungkasnya.

Tak jauh beda disampaikan Juru Bicara Tim Kampanye Joko Widodo Ma’ruf Amin Sumatera Utara (Sumut), Sutrisno Pangaribuan.

“Saya mendatangi beliau ke rumah dinas bupati. Kami berdiskusi terkait pemilu yang berjalan dengan baik, aman, dan damai. Kemudian saya bertanya terkait surat yang beliau kirimkan kepada Presiden Joko Widodo yang kemudian menjadi berita viral, dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Beliau menjelaskan dengan ekspresi sedih terkait perolehan suara Paslon 01 di Mandailing Natal,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Rico Waas dan Zakiyuddin Kompak di Ruang Publik

Kata dia, keterangan dari Dahlan adanya upaya dari pihak tertentu yang ingin mempermalukan beliau dengan perolehan suara rendah di kabupaten yang mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo, di kampung ‘bere’ atau menantu bapak Joko Widodo.

“Ini murni sebagai pilihan bupati tanpa tekanan dari pihak manapun, dan tanpa tujuan politik apapun. Bupati sedang memenuhi janjinya, bersedia berhenti jadi bupati, jika paslon 01 kalah di Mandailing Natal. Bupati berjanji kepada diri sendiri dan pernah disampaikan kepada saya,” tegasnya.

Oleh karena itu, ekspresi Bupati Mandailing Natal ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Presiden Joko Widodo pun dengan Paslon 01 Joko Widodo Ma’ruf Amin.

BACA JUGA:  Rico Waas dan Zakiyuddin Kompak di Ruang Publik

Tidak ada tekanan atau permintaan maupun arahan dari Presiden Joko Widodo atau keluarganya.

Bangsa ini harus berjalan terus, Pileg dan Pilpres sudah usai, proses perhitungan berjenjang sedang berlangsung, mari kita serahkan kepada KPU, Bawaslu, untuk menuntaskan tahapan pemilu dengan baik.

“Menyangkut polemik surat bupati kepada Presiden Joko Widodo, kita serahkan sepenuhnya kepada Menteri Dalam Negeri yang akan segera memanggil bupati,” imbuhnya.

Jika ada pihak lain yang menyatakan ada tekanan kepada kepala daerah untuk memenangkan Paslon 01, itu adalah fitnah, hoaks. Paslon 01 lebih mengutamakan persatuan Indonesia daripada sekedar memenangkan pilpres.

“Kami juga tidak mau berpesta, bahkan melakukan deklarasi kemenangan, meskipun menurut hitung cepat beberapa lembaga survei, Paslon 01 dinyatakan menang. Jika nanti KPU RI menyatakan Paslon 01 menang pun kami tidak akan berpesta, tidak akan jumawa. Kita hanya akan berpesta, jika persatuan dan kesatuan bangsa kita semakin kokoh, kuat, dan teguh,” tandasnya. (*)

Konten Terkait

Perkantoran dan Rumah Dinas Pemkab Langkat Masuk KTR

Editor prosumut.com

Ketua TP PKK Kabupaten Pakpak Bharat Harap Dasa Wisma Diaktifkan Kembali

Editor prosumut.com

Akhyar Resmikan Aplikasi E-Damkar Dinas P2K Kota Medan

Editor Prosumut.com

IBV 2019 Dorong Industri Jasa Keuangan Syariah di Medan

Editor prosumut.com

Tak Pakai Masker di Langkat, Dihukum Push-up

Editor Prosumut.com

DWP Langkat Berbagi Nasi Berkah

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara