Prosumut
Hukum

Curiga Aksi Bermuatan Politis, Edy Semprot Demonstran

PROSUMUT – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meluapkan amarahnya saat menerima beberapa perwakilan massa aksi dari Aliansi Rakyat Peduli Lingkungan Hidup di Press Room Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro No 30, Medan, Jumat 8 Februari 2019. Edy merasa aksi mereka ditunggangi.

Saat mediasi, Edy merasa senang bisa menampung aspirasi dari masyarakat. Namun, Edy merasa tersinggung jika aksi yang digelar menutup akses pintu masuk Kantor Gubsu.

“Saya senang dengan kalian (demonstran), tukang ojek pun datang ke tempat saya. Tapi jangan kau tutup pintu ku, kalau kau tutup pintu ku, kau mengganggu kehormatan ku,” tegas Edy kepada para perwakilan massa aksi.

BACA JUGA:  Dugaan Tipikor KSPN Danau Toba, Kejatisu Bidik Tersangka Lain Setelah ET dan ESK

Selanjutnya, dalam mediasi yang berlangsung sekitar 30 menit, Edy mensinyalir jika aksi tersebut bermuatan politis dan ditunggangi.

“Kau yang tertua kan? Sayang yang kau kumpul ini semua (massa aksi). Jangan kau pikir aku bodoh. Nih, Syamsul Hilal ngasih briefing pun aku tahu. Hari ini pun kau berangkat briefing di mana pun aku tahu. Tapi selama ini aku diam. Karena tak boleh menutup, khususnya anda ini,” ujar Edy sembari menunjukkan foto Syamsul Hilal yang merupakan salah seorang Caleg DPD Sumut lewat ponselnya.

BACA JUGA:  Operasi Keselamatan Toba 2026, Polres Langkat Fokus Edukasi dan Penegakan Humanis

Menurutnya, aksi yang ia terima tersebut, bermuatan politis untuk menjatuhkan marwah Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck.

“Saya mau tahu dulu, ada yang sudah selesai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Utara? Ada enggak? Kenapa enggak dari dulu-dulu masalah hutan register 40 kau ributi. Kenapa enggak itu judulnya. Ini judulnya arahnya semua ke Ijeck ini. Ini kan sedang proses hukum,” tegas Edy.

Mendengar ungkapan Edy, semua demonstran tertunduk dan mengangguk.

BACA JUGA:  Operasi Keselamatan Toba 2026, Polres Langkat Fokus Edukasi dan Penegakan Humanis

Edy kembali menegaskan, dirinya semata bukan untuk mempertahankan jabatan, namun massa aksi yang mengadukan aspirasi cenderung tendensius terhadap satu pihak. Sebagai Gubernur, Edy juga tak ingin tebang-pilih dalam sebuah urusan yang menyangkut rakyat.

“Jangan kau pikir aku mempertahankan jabatanku. Kalau saya tak bisa lagi mimpin, ku kasih jabatan ku sama kau. Udah banyak uangku. Aku menjabat ini bukan untuk cari makan, aku sudah tahu kok apa kerjaku. Tapi jangan kau ganggu martabatku,” katanya. (*)

Konten Terkait

Display Papan Harga BBM Diretas, SPBU di Belawan Disidik Polisi

Val Vasco Venedict

Dua Pelaku Pencurian Uang Rp1,6 Miliar Masih Diburu

Editor prosumut.com

Polisi yang Disiram Bensin dan Terbakar Meninggal Dunia

Ridwan Syamsuri

Bangsa ini Perlu Kesejukan, Kasus UAS Tak Perlu ke Ranah Hukum : RE Nainggolan

valdesz

Politikus PPP Ditangkap, Diduga Suplai Duit ke Kivlan Zein

Val Vasco Venedict

Hari Pertama Ops Zebra Toba 2019, Laka dan Pelanggaran Turun

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara