Prosumut
Ekonomi

Dialog dengan Presiden, Petani Keluhkan Kekurangan Pupuk

PROSUMUT – Petani khususnya petani padi yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) se-Jawa Tengah mengeluh kekurangan pupuk.

Para petani itu mengaku kekurangan pupuk subsidi, terutama untuk musim ini yang jatahnya dikurangi hampir sepertiga.

Menurut pengusaha pupuk Slamet Riyadi, petani kekurangan pupuk karena mereka mengharapkan pupuk subsidi yang harganya lebih murah.

BACA JUGA:  Texas Chicken Buka Gerai Baru di Delipark Mall Medan

“Harga pupuk Urea, sebesar Rp90 ribu per 50 kilogram kg, sedangkan untuk pupuk nonsubsidi kemasan 10 kg sebesar Rp60 ribu,” jelasnya saat berdialog dengan Presiden RI, Joko Widodo di Gedung Olahraga (GOR) Diponegoro Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu 3 April 2019.

BACA JUGA:  Satgas Nataru 2025/2026 Berakhir, Pertamina Sumbagut Apresiasi Sinergi dan Pastikan Energi Tetap Mengalir

Soal kekurangan pupuk, Presiden mengaku pernah bertanya kepada kepada produsen pupuk katanya stok melimpah sedangkan dengan penjual dan petani kurang.

Kekurangan tersebut, menurut Slamet saat ditanya Presiden, karena petani lebih condong menggunakan pupuk bersubsidi karena yang nonsubsidi harganya lebih mahal.

“Ya memang kalau harganya terpaut sangat jauh seperti itu ya larinya pasti semuanya ingin yang subsidi, nggih,” ujar Presiden menjawab keluhan itu.

BACA JUGA:  Stabilitas Jasa Keuangan Sumut Tetap Terjaga hingga Akhir 2025

Selain urusan pupuk, Presiden Jokowi juga menyinggung soal teknik pengeringan padi yang digunakan petani.
Ia menyarankan agar petani menggunakan dryer supaya padi lebih cepat kering dan dijual.

Mengenai dana, Jokowi menyarankan Gapoktan mengajukan pinjaman ke bank. (*)

Konten Terkait

Mendag Lutfi: Sesuai Target, Migor Tersedia di 10 Ribu Pengecer

Editor prosumut.com

Meski Banjir Sentimen Positif, IHSG Anomali

admin2@prosumut

Ninja Xpress Dukung UKM Sumut Go Digital

Editor prosumut.com

Perang Dagang AS- China Pengaruhi Rupiah

Editor prosumut.com

Medan Digifest 2025: Edukasi, Ekspresi dalam Sinergi

Editor prosumut.com

Virus Corona Buat Nelayan Langkat Cemas, Permintaan Lobster Turun

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara