Prosumut
Ekonomi

Berusia 23 Tahun, KSEI Susun Program Strategis

PROSUMUT – Dihari jadinya ke-23 tahun, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menyusun 30 program kerja, dimana 9 diantaranya merupakan program strategis.

Salah satunya adalah rencana pengembangan alternatif penyimpanan Dana Nasabah pada Sub Rekening Efek (SRE) untuk instrumen Efek Bersifat Ekuitas dan Efek Bersifat Utang dan Investor Fund Unit Account (IFUA) untuk instrumen Reksa Dana.

Program ini bertujuan untuk memberikan alternatif tempat penyimpanan dana dalam rangka penyelesaian transaksi di pasar modal,” kata Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo pada acara media gathering peringatan ulang tahun KSEI ke-23 secara virtual bertema ‘Agility in The New Normal’, Rabu 23 Desember 2020.

BACA JUGA:  Satgas Nataru 2025/2026 Berakhir, Pertamina Sumbagut Apresiasi Sinergi dan Pastikan Energi Tetap Mengalir

Dijelaskannya, program strategis KSEI lainnya adalah Information Hub yang meliputi pengembangan validasi data investor, baik dengan Ditjen Dukcapil terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Seta Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) untuk investor diaspora serta pengembangan SRE Syariah dalam rangka mendukung Roadmap Pengembangan Pasar Modal Syariah.

BACA JUGA:  Texas Chicken Buka Gerai Baru di Delipark Mall Medan

“Terdapat juga tiga rencana strategis yang baru dari KSEI yaitu Optimaliasi Sub Registry KSEI, Securities Crowd Funding dan Pengembangan Layanan SRE Syariah,” ujarnya.

Disebutkannya, sebagai upaya untuk mendukung industri pasar modal Indonesia, KSEI bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan KPEI telah memberikan insentif atas layanan jasa yang diberikan kepada pelaku industri sehubungan dengan kondisi pandemi mulai bulan Juni hingga Desember 2020.

Untuk pemakai jasa KSEI, penyesuaian yang dilakukan antara lain terkait penurunan biaya penyimpanan dari 0,005 persen menjadi 0,0045 persen, pembebasan biaya pendaftaran Efek awal, biaya tahunan untuk Efek yang diterbitkan selama periode intensif menjadi 50 persen.

BACA JUGA:  BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM Untuk Nelayan di Nias Utara

Pengurangan biaya S-INVEST sebesar 75 persen hingga pembebasan biaya registrasi produk investasi selama periode insentif.

”Kami berharap penyesuaian tersebut dapat terus mendukung geliat pasar modal Indonesia meski diterpa kondisi pandemi,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : Nastasia

Konten Terkait

Sri Mulyani Dinobatkan Menkeu Terbaik Dunia

Val Vasco Venedict

Penting! Cek di OJK Sebelum Lakukan Pinjaman Daring

Editor Prosumut.com

Sumut Alami Tekanan Inflasi Sangat Tinggi

Editor prosumut.com

Inilah Sektor Usaha yang Bertahan di Masa Pandemi

admin2@prosumut

Langkat Peringkat 11 Termiskin di Sumut

Editor prosumut.com

Jelang Idul Adha 1446 H, Pertamina Patra Niaga Prediksi Konsumsi BBM Meningkat di Sumbagut

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara