Prosumut
Pendidikan

Pendaftaran Lembaga Pendidikan Kedinasan Dibuka April, Ini Formasinya

PROSUMUT – Penerimaan calon siswa/taruna di lembaga pendidikan kedinasan tahun anggaran 2019 telah dibuka.
Pengumuman itu ditandatangani Sekretaris Kementerian PANRB, Dwi Wahyu Atmaji, tertanggal 28 Maret 2019.

Pendaftaran akan dibuka pada 9 hingga 30 April 2019. Dalam pengumuman itu disebutkan, pelamar yang berminat mendaftar secara online melalui portal: https://sscsn.bkn.go.id.

Pelamar juga hanya boleh memilih satu dari 8 Instansi/Lembaga Pendidikan Kedinasan. Apabila mendaftar di 2 program studi atau lebih, maka yang bersangkutan secara otomatis dinyatakan gugur.

Adapun lembaga pendidikan kedinasan K/L yang membuka penerimaan siswa baru dan jumlah yang diterima adalah:

– Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Kemenkeu, 3.000;

– Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Kemendagri, 1.700;

– Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), BSSN, 100;

– Politeknik Ilmu Kemasyarakatan (POLTEKIP) dan Politeknik Imigrasi (POLTEKIM), Kemenkumham, 600;

– Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), BIN, 250;

– Politeknik Statistika STIS, BPS, 600;

– Sekolah Tinggi Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG), BMKG, 250; dan

– 11 Sekolah Tinggi, Poltek, dan Akademi, Kemenhub, 2.676.

Sementara, pengangkatan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), menurut pengumuman ini, dilakukan setelah dinyatakan lulus pendidikan serta memperoleh ijazah dari Lembaga Pendidikan Kedinasan yang bersangkutan. (*)

Konten Terkait

Disdik Medan Serahkan 1.376 Notebook ke SMP & SD Negeri

admin2@prosumut

Sofyan Tan Kunjungi Sekolah di Medan, Sejumlah Ibu Menangis Anaknya Bisa Kuliah Gratis

Editor prosumut.com

Kemenag Buka Beasiswa Santri ke Al Azhar Kairo, Ini Syaratnya

Editor prosumut.com

Poaradda Dukung Pembukaan Sekolah dengan Kurikulum Khusus

Editor Prosumut.com

Era Baru Post-Gen AI, Sofyan Tan Ingatkan Kampus Bersiap

Editor prosumut.com

NUTN Taiwan Beri 6 Beasiswa Bagi Mahasiswa UHN Medan

Ridwan Syamsuri
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara