PROSUMUT — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengisi kegiatan kuliah umum di Kampus Binus Medan, Jumat 6 Februari 2026.
Kuliah umum tersebut, mengambil tema “Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Berkelanjutan: Kebijakan Inklusif, Kewirausahaan Sosial, dan Peluang Kolaborasi”.
Dalam kuliah umumnya, Bobby Nasution menekankan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan kewirausahaan sosial.
“Pembangunan berkelanjutan membutuhkan partisipasi generasi muda yang memiliki pemikiran terbuka, kemampuan berinovasi, dan kemauan untuk berkolaborasi. Sebab pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.
Kami melihat peran mahasiswa dan institusi pendidikan sebagai mitra strategis dalam menciptakan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Bobby Nasution.
Pandangan tersebut sejalan dengan peran strategis institusi pendidikan tinggi dalam membina dan menyiapkan generasi muda agar mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan berkelanjutan.
Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kemampuan berinovasi dan berkolaborasi lintas sektor.
Rektor Binus Dr Nelly SKom MM menyampaikan bahwa nilai fostering and empowering menjadi landasan Binus University dalam membina dan memberdayakan mahasiswa agar mampu tumbuh dan berdaya secara berkelanjutan.
“Binus University percaya bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membina dan memberdayakan generasi muda.
Melalui pendekatan fostering and empowering, kami berkomitmen untuk menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya
unggul secara akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kepemimpinan, serta keberanian untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Nelly.
Ia menuturkan bahwa secara khusus Binus Medan mengusung fokus sebagai Global Digitalpreneur Campus, yang mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan teknologi digital, semangat kewirausahaa, dan nilai keberlanjutan dalam menjawab tantangan pembangunan di tingkat daerah hingga
global.
Lebih lanjut Nelly menyampaikan tantangan pembangunan di era saat ini tidak lagi semata-mata berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencakup isu keberlanjutan, inklusivitas kebijakan, kesenjangan sosial, serta kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan global yang semakin dinamis.
Dalam konteks tersebut, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Namun, peran tersebut membutuhkan ekosistem yang tepat, mulai dari pemahaman terhadap arah kebijakan publik, penguasaan teknologi, hingga ruang kolaborasi yang mendorong keterlibatan aktif generasi muda.
“Pendidikan tinggi menjadi salah satu pilar penting dalam menyiapkan generasi muda agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap berkontribusi secara berkelanjutan bagi pembangunan daerah dan nasional.
Menjawab tantangan tersebut, Binus Medan menyelenggarakan kegiatan studium generale (kuliah umum) yang diikuti oleh Binusian (sivitas akademika Binus) baik dari Binus Medan, maupun dari Binus Kemanggisan, Binus Alam Sutera, Binus Bekasi, Binus Bandung, Binus Malang, dan Binus Semarang yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti secara daring melalui Zoom,” ungkap Nelly.
Dia menambahkan kehadiran Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebagai narasumber pada kuliah umum ini menjadi ruang dialog strategis antara dunia pendidikan dan pemangku kebijakan dalam membahas peran generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di Sumatera Utara.
Direktur Kampus Binus Medan Tri Juniarty SKom MM menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan daerah.
“Sebagai Global Digitalpreneur Campus, Binus Medan berkomitmen untuk menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap berkarier, tetapi juga mampu menciptakan dampak melalui inovasi dan kewirausahaan digital yang relevan
dengan konteks Sumatera Utara,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan dan diskusi yang membahas peluang kontribusi generasi muda dalam kebijakan publik, kewirausahaan sosial, serta kolaborasi lintas sektor.
Melalui penyelenggaraan Studium Generale ini, Binus Medan berharap dapat terus memperkuat peran mahasiswa sebagai generasi muda yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing global, serta mampu menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara dan Indonesia. (*)
Editor: M Idris

