Prosumut
Inspektur Kota Medan, Erfin Fachrur Razi. (ist)
Pemerintahan

Inspektorat Medan Telusuri Dugaan Dua Iwan Monopoli Proyek

PROSUMUT — Inspektorat Kota Medan menelusuri dugaan monopoli pengadaan barang dan jasa di Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Medan yang diduga kuat dilakukan dua Iwan.

Inspektur Inspektorat Kota Medan, Erfin Fachrur Razi, menegaskan hal paling krusial yang pertama sekali akan pihaknya telusuri yakni soal relasi antara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan perusahaan milik dua Iwan.

“Ini yang akan kami cek terlebih dahulu. Arahnya lebih ke relasi kedekatan KPA-nya dengan perusahaan kedua orang tersebut,” ucapnya menjawab wartawan, Senin 19 Januari 2026.

Erfin pun menegaskan, pihaknya sudah memiliki catatan khusus terkait dugaan adanya ‘ruangan khusus dua Iwan’ di kantor Wali Kota Medan, sebagaimana pemberitaan media mainstream dan daring baru-baru ini.

“Yang jelas itu enggak boleh. Notice-nya kalau sampai berkantor khusus di pemko, ya enggak boleh, nanti kita cek.

Semua (pelaku usaha) harusnya punya peluang yang sama. Kalau hanya dia yang boleh, ini harus ditelusuri nantinya.

Maka kaitan tadi itu sampaikan, kita cek ke KPA-nya, kedekatan dengan mereka seperti apa bisa sampai dapat ruangan khusus,” ujar dia.

Dalam konteks dugaan monopoli pengadaan di Setdako Medan oleh dua Iwan, Erfin menyebut agak susah mengusut hal ini. Sebab saat ini sudah ada yang namanya Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) di semua pemda.

“Kalau monopoli tidak bisa juga kita bahasakan gitu. SIRUP terbuka sekarang ini, semua punya kesempatan yang sama.

Jadi, yang perlu kita telusuri PA (pengguna anggaran), kuasa anggaran. Kalau bekerja sama untuk pihak ketiga sah-sah saja. Kenapa PA dan KPA semua yang harus dicek, itu soal relasi kedekatan tadi. Ini yang coba kami telusuri nanti,” pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, dua nama Iwan yang disebut-sebut terkait dugaan praktik monopoli proyek pengadaan barang dan jasa tersebut adalah Iwan Nasution dan Iwan Batubara.

Sejumlah perangkat daerah di lingkungan Setdako Medan diduga menjadi mitra strategis kedua sosok tersebut.

Eksistensi keduanya sebagai pemain lama dalam berbagai proyek pengadaan juga konstruksi. Bahkan, dominasi mereka disebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Sudah terkenal kali sosok Iwan Nasution itu, bang. Pemain lama dia di kantor wali kota.

Hampir semua pengadaan, mulai dari mobiler, alat tulis kantor sampai pekerjaan konstruksi, perusahaan si Iwan Nasution yang mengerjakan,” ujar seorang ASN yang meminta identitasnya dirahasiakan, baru-baru ini.

Sumber tersebut juga menyebut, Iwan Batubara merupakan mantan anggota atau anak main dari Iwan Nasution yang kini justru berkolaborasi menggarap berbagai pekerjaan di lingkup sekretariat daerah.

“Nama mereka sudah populer kali di Setdako. Bahkan sampai-sampai disebut ada ruangan khusus semacam kantor mereka di balai kota,” imbuh sumber itu. (*)

Reporter: Pran Hasibuan

Editor: M Idris

BACA JUGA:  Dugaan Dua Iwan Monopoli Proyek Setdako Medan, KPPU: Pola Kemenangan Berulang Layak Dikaji

Konten Terkait

Mendag Lutfi: RCEP Bisa Jadi Solusi Perekonomian Dunia

Editor prosumut.com

Semarak HUT Korpri dengan Jalan Santai

Editor prosumut.com

Cara Soeharto & Stabilitas Negara Pasca-Pemilu

Val Vasco Venedict

Tata Reklame, Pemko Medan Diminta Belajar Dari Surabaya

Ridwan Syamsuri

Pjs Bupati Labuhanbatu Hadiri Pencanangan Bakti Sosial

Editor Prosumut.com

Ketua TP PKK Langkat Ingatkan Soal Kesehatan Perempuan

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara