Prosumut
Umum

KM Tabrak Sampan Nelayan: Satu Tewas dan Satu Hilang

PROSUMUT – Seorang yang masih hilang atas nama Johan (25) selaku ABK pada sampan nelayan jaring gembung asal Desa Bubun Kecamatan Tanjungpura masih dilakukan pencarian. Akibat kejadian nahas itu, sampan nelayan pun pecah.

“Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban hilang atas nama Johan (25) warga Desa Bubun Kecamatan Tanjungpura,” kata Paur Humas Polres Langkat, Aiptu Yasir Rahman, Kamis 5 November 2020.

Ia menambahkan, perkara kecelakaan laut tersebut ditangani Ditpolairud Polda Sumut. “Proses pencarian masih terus dilakukan,” ujarnya.

Akui selaku Nakhoda KM Deli Jaya membawa 23 orang ABK. Pemilik kapal tersebut Okiong.

“Posisi sampan nelayan sudah diamankan di Dermaga Ditpolairud Belawan. Sementara KM Deli Jaya sandar di gudang bincuan Gabion Belawan,” tutupnya.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan laut antara KM Deli Jaya kontra sampan nelayan jaring gembung di perairan Pangkalanbrandan, Rabu malam 4 November 2020. KM Deli Jaya dengan nomor selar GT.105 No. 1564/PPa bergerak dari Gabion Belawan Medan.

Sesampai di lokasi, sampan nelayan tersebut sedang berhenti untuk mencari ikan. ABK sampan nelayan sudah melihat kedatangan KM Deli Jaya dari jarak 1 mil.

Oleh mereka, berupaya memberi kode. Sayang, kode tersebut tak disadari yang akhirnya terjadi kecelakaan laut tersebut. Keempat awak sampan tersebut masing-masing Irfan Om (45) selalu nakhoda dan sisanya ABK, Abdullah (30), Johan (25) serta Irfan (40). (*)

 

Reporter : Muhammad Akbar
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Remaja Diduga Depresi Ditemukan Tewas Gantung Diri

Editor prosumut.com

Anak Usia 13 Tahun Tewas Ditabrak KA di Binjai

Editor Prosumut.com

Tak Cuma Ikut Tren, Ini Tips Jitu Dapat Uang dari Podcast

valdesz

Diduga Korslet, Restoran Cepat Saji di Maju Bersama Terbakar

admin2@prosumut

Setan Merah Menapaki Jalan Terjal

Editor prosumut.com

Duh, Realisasi Pajak Daerah Kota Medan Tak Capai Target

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara